Thursday, March 23, 2006

[virus]Ayat Ayat Cinta..sebuah novel pembangun jiwa

[kadang2 capek juga bikin prolog..]
OK d, posting menurutku tak ubahnya seperti paramida terbalik..susah diawalnya tapi klo udah terbuka "clue"nya maka mengalir aja..{anggap ini prolog yah..:D}
jgn kaget dengan subject virus dulu..why virus? spt kebanyakan sifatnya yang addicted dan meracuni..untuk menulis blog ini aja, uh susahnya minta ampun..yah gara2 virus ini juga..seminggu mikirin posting dengan judul ini..
adalah kejadian yang sangat langka, bagi org yg ga terlalu suka bahkan tidak pernah mengeja sebuah kata pun dari benda yang namanya novel..pada kesempatan kali pertamanya, hatinya langsung tertanam, mengkhayal dia hidup di dalam novel itu..dan ku akui aku lah salah satu dari orang itu.
sbnrnya, novel ini dah lama beredar..2004 pertama kali dibikin cetakannya, melihat covernya saja pasti sdh terbayang klo novel ini gak jauh2 dari crita cinta-cintaan model islam {that's right assumption} toh nyatanya emang gitu koq. ditulis oleh Habiburrahman el Shirazy, seorang novelis yang juga adalah alumni Al-Azhar University Cairo Mesir, negeri dimana isi novel ini 100% sebagai latar belakangnya.
awalnya, aku pikir novel ini gak lepas dari tema sufistik yang biasanya melekat pada novel2 islami, tapi pesan itu disampaikan dengan sangat halusnya. aku yg lebih terbiasa membaca buku agama yg "berat" ex:the choice nya ahmeet deedat ato buku2 lain yang bikin dahi berkerut, merasa bahwa model novel begini l

{mulai bercerita} adalah seorang pemuda udik dari suatu kampung di pelosok jawa, fahri namanya, dari keluarga yang bisa dibilang pas-pasan namun dengan perjuangan yang panjangnya dia mampu menempuh jenjang S1 dengan gelar Lc (licence)-nya dan sedang dalam proses menempuh magister di universitas tertua di dunia, Al Azhar{kurang lebih begitulah kondisi awal yang coba disampaikan oleh penulisnya}. kondisi alam mesir di musim panas juga tak luput digambarkan penulis untuk mengkondisikan pembaca ikut dalam kegiatan sehari-hari tokoh fahri ini. di bab-bab awal, digambarkan sosok fahri ini adalah pemuda idealis, optimis dengan kesehariaannya sebagai penerjemah karya2 ulama besar yang tak lain adalah mata pencaharian satu-satunya. cerita 'cinta' disini diawali ketika fahri secara tidak sengaja berkenalan dengan Aisha, seorang mahasiswi Turki dalam sebuah sequel di atas metro disaat fahri dalam perjalanan 'talaqqi' (menuntut ilmu secara langsung kepada seorang guru). pun demikian di awal sequel juga, digambarkan sesosok Maria, gadis kristen koptik namun hafal beberapa surat dalam Al Quran, mahasiswi University of Cairo, tetangga fahri dalam suatu apartement sederhana di kawasan Hadayek Helwan.

pen-deskripsi-an secara jelas adalah aroma khas

Thursday, March 16, 2006

R A F T I N G . . . . .

( klo postingan ini dijamin gak basi :D meski agak telat posting :p )

why rafting? rafting kira diambil dari kata raft=rakit dan imbuhan ing => membendakan sebuah verb (klo gak salah sih..CMIIW yah), tapi gak tau kenapa koq artinya R A F T I N G = arung jeram, ah bodo amat kadang2 gak semua harus dipikirin berat2..(dengan kata lain cuek bukan berarti sifat jelek donk...lagian ngapain juga orang mikirin arti gituan serius2 amat hehehe)

omong soal pikiran berat, kata orang paling enak emang klo kereasi eh rekreasi ..yah begitulah kira2 dengan apa yg mau aku posting judul di atas..lebih tepatnya sabtu kemaren, temen2 ngajakin sesuatu hal bagiku masih baru...ARUNG JERAM,kupikir mumpung kompetisi bola sabtu kemaren lagi libur, OK deh ngacung pertanda ngikut..

long trip dimulai..bangun jam 6 pagi itu juga krn digugah panitia,sempat bingung dimana nih aku?hm, ternyata di mushola kantor..baru inget aku ketiduran habis sholat isya-an.. lha wong tidur mulai jam 3 koq gara2 migrasi database prisma jumat malem..sholatpun jadi keburu2(hiks..), sumpah koq ga krn panitia dah calling2..gak mungkin siap2 berangkat secepat ini, ga sampe 15 menit aku dah turun ke bawah coz dah ditunggu pak bernard n the gank..berlima ma mas eryk, ECI dan Hendrick Lambok. maaf neh, untuk gimana perjalanan berangkatnya gak bisa ceritain soalnya ddah berlayar dengan pulau jok mobilnya bang bernard ke negeri mimpi, bangun2 dah mo nyampe lokasi.

kelupaan..untuk arung jeram ini, panitia join ama penyelenggara dari temen2 team ARUS LIAR, lokasinya di sungai Citarik, Sukabumi.

jam 10 an lewat dikit nyampe di camp Arus Liar, klo g salah namanya Parakan Telu desa Cigelong..abis urusan regitrasi beres, panitia briefing sebentar tentang beberapa teknik dasar arung jeram mulai dari gimana cara mendayung, belokin perahu, pindah kanan/kiri, posisi jatuh air yang benar dll..sbg kelengkapan ubo rampe, kami bersebelas masing2 dilengkapi rompi pelampung, helm dan dayung..sekaligus wajib pake sendal gunung n sun block.

perjalanan di mulai..aku satu perahu ama mas agus, mas herman, mas ECI..2 temen terakhir disebut adalah temen IT Infrastructure..smntara lainnya orang IT Operation semua. Sebagai pemandu perahu kami adlh mas Deden, pertama kali liat kayaknya wajah nih orang g asing2 banget, kayaknya pernah liat deh..honesty, stlh cuap2 baru inget klo dia sering muncul di "Petualangan Liar"-nya TV 7..hoho.."berarti pernah satu perahu dengan Riyani Djangkaru yang cantik itu donk mas?", dia hanya senyum2 doank..

Bismillah..perjalanan 13 km kami dimulai, info mas Deden, perahu akan melewati 30 jeram yg beragam..sempat ngeri juga melewati jeram pertama..nama jeramnya lupa :D tp yg jelas sempat ketangkep kamera koq...sempat ngeri juga sih coz sbnrnya aku phobia ama air yg banyak ex: sungai deras ato kolam yg dalem..tu alasan pertama..keduanya..aku gak bisa renang..pokonya takut jatuh ajah :D

selama di jalan, kami banyak menjumpai hal2 yang aneh dan baru..itu juga mas Deden yang ngasih tau..gimana tipe jeram yang bahaya ato ngga, posisi2 saat melewati jeram maupun kedung (pusaran air pasca jeram), banyak deh..pokoknya appreciate to mas Deden.

sepanjang jalan, jeram yang paling berkesan bagiku jeram "piramid", why? bentuk jeramnya mengerucut, kecil di atas, lebar di bawah..berkesannya krn hrs pinter2 melewati celah2 batu di kedung bawahnya, jeram lain yang agak lumayan "jeram panjang",coz panjangnya lebih dari 200 m walaupun gak terlalu curam sih..ada pula yang namanya jeram "Nia Daniaty", sejarahnya emang katanya si Nia Daniaty tuh dulu perahunya pernah terbalik di jeram itu..jadilah nama dia jadi diabadikan di situ..ih ada2 aja..over all, banyak pemandangan bukit2, lembah2 yang nyaris tidak pernah aku liat selama di jakarta..ijo juga nih mata ngeliatnya.



Ke-30 jeram tsb berada di 9 km pertama (waktu yang sudah di tempuh sekitar 2,5 jam), 4 km selanjutnya relatif sedang..krn udah mulai perkampungan, pemandangan berganti dengan anak2 kecil yang asyik kumkum(berendam) dan slulup(menyelam), ibu2 yg lagi nyuci, bapak2 yg lagi ngguyang(mandiin) kerbau-nya..mirip di kampungku nih..hm, jadi kangen desaku nan permai nun jauh di sana.

setelah 13 jam akhirnya nyampe finish point..desa cikandu, pelabuhan ratu..fiuh..jauh juga, pegel2 nih tangan..untungnya jemputan temen2 ARUS LIAR ke hotel segera dateng so bisa cepet bersih2 diri, makan n balik lagi ke jakarta.
at my result :
* RAFTING is exciting (kayaknya jadi hobi baru nih..), next calendar..Citarum..we'll come to you..!!!
* perlu stamina dan persiapan yang extra..semangat aja gak cukup man..(kayaknya klo yang ini ga cuma RAFTING doankk yah..heheh)
* perlu bawa mobil pribadi..ato lebih tepatnya mobil tumpangan pribadi hehehe coz.utk menjangkau gathering maupun finishing point yang masuk ke pedalaman.
* bawa uang secukupnya (secukupnya untuk jaga2 nambelin kurangannya temen..hehehe..nakal)
* dan..subhanallah...maha sempurna Allah atas ciptaan-Nya yang maha agung..


Last, thanks to temen2 RAFTING kemarin..pak bernard(manager gaul nih), mas irawan, mas decy, mas asis, jasmine, mas agus, mas ECI, mas Herman, mas eryk, n hendrick..we r the great challenger..


*ditulis ditengah2 kesibukan support untuk maintenance database ICTPROD, ICACHASTA, arsysdb

Tuesday, March 14, 2006

Titian JalanMu...Ya Rabb

(Gundah kerinduan hamba yang dhaif ini..ya Allah...)

Terlahir dari satu karunia yang tak ternilai
Tertiup bersama irama nafas kehidupan yang bersemai dalam raga
Tercipta untuk mementaskan selintas warna hidup dari sebuah perjanjian yang maha sakral antara hamba dan Allah Sang Pencipta kehidupan ini
Menggenggam amanah dengan keberanian yang spektakuler dan berusaha untuk meraih impian semusim
Ternyata….
Irama hidup yang ditempuh adalah sebuah pertanggungjawaban, ia bukan permainan
Ia hadir atas sebuah perjanjian yang maha agung, dan bumi ini tempat dimana kehidupan manusia disemaikan,dan ia adalah panggung pementasan amanah
Tiap detik yang kita lalui dilorong waktu kehidupan ini adalah jenak-jenak yang harus dipertanggungjawabakan di hadapan Allah Illahi Robbi
Setiap sisi ruang dan waktu harus merupakan implementasi "ibadah total" kepada Allah Dzat Yang Agung. Sebab hanya dengan kerangka itu, semua alunan gerak langkah kita memperoleh makna hakiki dimata Sang Kekasih Sejati ,Allah SWT , sebagai arah dan tujuan hidup seorang hamba.
Dalam Visi seorang muslim, ibadah itu diejahwantahkan dalam dua kata: imaroh dan khilafah. Inilah amanah besar yang dibebankan kepundak manusia, dan untuk amanah itu pulalah, Allah meniupkan nafas kehidupan kedalam raga manusiawi kita.
Sesungguhnya tingkat kesadaran kita akan hakikat ini akan menentukan tingkat ‘intensitas’ kehadiran jiwa dalam menjalani irama hidup. Sebab kesadaranitulah yang mengikat jiwa kita secara terus menerus dengan misi penciptaan kita. Seperti mata, jiwa yang memiliki kesadaran begini, selamanya akan terbuka membelalak menatap setiap jejak langkahnya. Dan dari telaga kesadaran inilah kita meneguk mataair kecemerlangan. Sebab air telaga itulah yang memberikan kita dorongan dengan tenaga jiwa yang tak pernah kering.

Oh...., duhai hidup...
Engkau ternyata adalah masa karya. Setiap kita diberi rentang waktu yang kemudian kita sebut umur, untuk berkarya. Harga hidup kita, dimata kebenaran, ditentukan oleh kualitas karya kita.
Maka….
Sesungguhnya waktu yang berhak diklaim sebagai umur kita adalah sebatas waktu yang kita isi dengan karya dan amal yang dipandang benar oleh Sang Pencipta. Selain itu, ia bukan milikmu. Itulah undang-undang kebenaran tentang hakikat waktu. Kita bukan waktu yang kita miliki . Tapi kita adalah amal yang kita lakukan.
Dalam relung hakikat itupulalah Allah SWT menurunkan titah-Nya untuk ’berpacu’ dan ‘berlomba’ dalam medan kehidupan. Hidup adalah jalan panjang yang kita lalui. Tak satupun diantara para peserta kehidupan itu yang diberi tahu dimana dan kapan ia haruis berhenti. Sebab tempat pemberhentian pertama yang engkau tempati berhenti ialah takkalah tempat ajalmu menjemput. Akhir dari masa karyamu……….

Serta jangan jadikan usia dan semua hambatan duniawi lainnya merintangi gejolak jiwa kita untuk berkarya dan berkarya. Bahkan dalam proses berkarya sekalipun, memberi dan lelah karena-Nya, kita justru menemukan makna kehadiran kita dipanggung kehidupan ini, sesuatu yang memberikan kelezatan jiwa.

Obsesi amanah inilah telah melepaskan jiwa kita dari lingkaran ketegangan daya tarik duniawi. Sebab sesungguhnya berkarya dan memberi itu adalah menapaki tangga menuju langit ketinggian. Dan hambatan terbesar yang selalu memberatkan langkah kita adalah daya tarik dunia.

Kita tak akan memperoleh keringan jiwa untuk berkarya dan memberi kecuali ketika kita berhasil membebaskan jiwa kita dari lingkaran ketegangan daya tarik duniawi itu. Dan untuk pembebasan itu, selain faktor imaniyah lainnya, kesadaran akan amanh kehidupan ini merupakan kekuatan pembebas yang sangan kuat.

Bila….
Suatu ketika engkau berkesempatan berdekat-dekat dengan jiwa, rasakanlah bahwa ada jenak-jenak dimana tali kecapi nuranimu bergetar menyenandungkan hakikat kehidupan ini. Dan bila engkau mendengar dengan telinga hatimu, engkau akan menemukan pesan menuju langit ketinggian.

Majulah saudaraku menuju surga indah yang luasanya seluas langit dan bumi. Hadirkan nuansa akhirat dan semua makna yang berkaitan dengan kata ini dalam benak kita setiap saat.

Lukisan kenikmatan surga meringankan semua beban kehidupan duniawi dalam diri kita. Lukisan kenikmatan surga meringakan langakah kaki kita menyusuri napak tilas perjuangan yang penuh onak dan duri. Tak ada duri yang sanggup menghentikan langakah kita. Sebab duri itu justru memberikan kenikmatan jiwa saat jiwa duniawinya sedang bermandikan sungai surga. Lukisan kenikmatan surga melahirkan semua kehendak dan kekuatan yang terpendam dalam dasar kepribadiannya. Tak ada kehendak dan kebaikan yang tak menjelma menjadi realita. Tak ada tenaga raga yang tersisa dalam dirinya, semua larut dalam arus karya dan amal.

Lukisan kedahsyatan neraka memburamkan keindahan syahwati dalam pandang matahatinya. Lukisan kedahsyatan neraka mematikan semua kecenderungan pada kejahatan. Sebab kejahatan itu sendiri telah berubah menjadi neraka dalam jiwanya, saat sebelah kakinya telah terjerembab kedalam neraka dgn satu kejahatan, dan kaki yang satu akan menyusul dengan kejahatan yang kedua. Lukisan kedahsyatan neraka menghilangkan semua rasa kehilangan kepahitan dan penyesalan dalam dirinya saat ia mencampakan kenikmatan syahwati.

Lukisan surga dan neraka memberi kita kesadaran yang teramat dalam tentang waktu. Makna kehidupan menjadi begitu sakral, suci dan agun ketika ia diletakan dalam bingkai kesadaran akan keabadian. Kaki kita menapak dibumi, tapi jiwa kita mengembara dilangit keabadian dari telaga keimanan ini, kita meneguk semua kekuatan jiwa untuk dapat mengalahkan hari-hari. Seperti apakah kenikmatan yang bisa diberikan syahwat duniawi kepadamu, jika engkau letakkan dalam neraka jiwamu. Seperti apa pulakah kepahitan yang dapat diberikan penderitaan duniawi kepadamu,jika ia engkau simpan dalam surga jiwamu.

Lukisan surga dan neraka yang memenuhi lembaran surat – surat makkiyah, terkadang dipaparkan Allah SWT denga gaya ilmiah yang begitu logis. Sama seperti Allah terkadang malukiskannya dengan gaya deskripsi, begitu sastrawi dan menyeni, seindah – indahnya atau semengeri – mengerikannya. Lukisan pertama menyentuh instrumen akal dan melahirkan ‘al – yaqin’ akan kebenaran hari kebangkitan (akhirat). Lukisan kedua menyentuh instrumen hati dan selanjutnya diharapkan melahirkan ‘khaufan wa Thoma’an’.

Begitulah al-iman bil yaumil akhir itu menjadi telaga tempat kita meneguk semua kekuatan jiwa untuk berkarya. Begitulah al-iman bil yaumil akhir itu menjadi mesin yang setiap saat ‘memproduksi’ watak – watak baru yang positif dan islami dalam struktur kepribadian kita.

Untuk ‘memfungsikan’ keimanan kita seperti ini, kita harus menghadirkan maknanya setiap saat dalam benak dan hati kita.
Sebab......
“..... . dari makna – makna kubur inilah akan lahir akal yang kuat dan tegar bagi sang kehendak.” Kata Musthofa Shidiq Al-Rofi’i.

Duhai saudaraku berproseslah ke arah Sang Maha Kehendak bagai busur anak panah yang rindu akan berjumpa dengan Allah Robbul Izzati.

Amin Allahuma Ya Allah tegarkan saudaraku kuatkan jiwanya untuk menepuh langit yang tinggi,siramilah dia dalam semerbak indahnya kasih sayang-Mu yang tak pernah pudar, serta bentengi dia dalam naungan hidayah –Mu dan hiasilah jiwanya dalam keindahan bertawakkal kepada-Mu.

Rabbana aatinaa fiddun-ya hasanatan,wafil aakhirati hasanatan,waqinaa ‘adzabanaari.

Rabbana hablana min azwajina waduriyyatina qurrata ayyun wajaalna lil mutaqqiena immama...