Friday, April 13, 2007

Bandung, Full of Revenge Days

Minggu-minggu yang indah dan kompleks. Ada cinta lama, ada canda, ada sengsara, ada pertengkaran...tapi saya lebih mendedikasikan minggu ini sebagai minggu balas dendam. Minggu yang berat? engga juga sih.
Well, minggu ini diawali dengan ucapan happy bitrhday for my room mate, Andhika "jemblink" Restama. Wish you all the best my bro dan teman se-ranjang. lho? ya iya lah..wong dia temen kos-ku sekamar. Sangat berkesan dengan celebration party di Tebet cafe dan apa yang kami sebut sebagai "pesta ala yahudi".
Kenapa revenge atau balas dendam? sometimes penggunaan kosakata ini terlalu spesialisasi dan identik dengan konotasi yang jelek. Baiklah, kali ini kita pakai saja untuk mendefinisikan sebuah perasaan yang dalam dan sudah lama terkubur. *kontroversi mode on
Minggu kemaren, aku kedatangan tamu istimewa dari Papua sana( yak..Papua yang ujung timur Indonesia itu lohh), bukan orang penting-penting banged sih tapi hanya 'saudaraku' yang (akhirnya) dapet kesempatan training di Jakarta. Mungkin karena tergiur oleh iming-iming another Papua tema Fajar, yang kami entertain dengan liburan ala orang susah ke Bandung beberapa minggu silam. Maklum lah, mungkin di Papua sana khan gak ada 'pantai' Ciwidey, wisata kuliner dan Factory outlet yang notabene nya hanya ada di kota 'Parijs van Java' ini. Seperti yang sudah diduga, Rully merayu saya untuk minta di-entertain juga. meskipun sebenarnya saya keukeuh males ke Bandung lagi (coz udah 2 kali dalam sebulan ini..gilaa), tapi naluri kejantanan (lho..lho??) saya luluh juga, setelah di-sogok (sogok = suap..awas klo diartikan lainn..huh) sebuah kaos bertuliskan "PAPUA" dengan tanda panah putih ke sudut kanan atas.
Kebetulan memang weekend minggu kemarin lumayan panjang berhubung hari jumatnya adalah hari Paskah. Setidaknya ada 2 alasan bagi saya meng-iya-kan ajakan rully:

  • Kasihan sama Rully yang terus-terusan ngiler denger iming2 dari Fajar. Tapi sejujurnya engga dengan terpaksa koq, krn memang basicly saya gak tega klo ada yang jauh2 ke sini hanya disuguhi pemandangan Monas saja. Apalagi dengan menyuap kaos bertuliskan Papua yang katanya paling bagus se-Papua sana asli bikinan Timika. Memang katanya paling bagus selain kaos andalannya yang bergambar orang Papua yang lagi lari pake koteka.
  • Tantangan dari Mas (eh salah..jeng) Paila yang selalu meragukan kapasitas saya sebagai anak muda di segala medan bahkan parahnya pernah meragukan kapabilitas saya sebagai seorang laki-laki. Emang harus dibuktikan gimana sih La??
Masih dengan acara standard liburan kami ke bandung : wisata kuliner, wisata alam dan shopping *tentunya*. Kesan liburan yang sengsara benar2 tidak terlihat bahkan terasa sangat comfort. Jalan2 gak perlu pake sepeda motor karena udah disewain mobil, tidurnya pun gak perlu numpang di kamarnya Yono, tapi udah disewain wisma tersendiri. Puas? pasti..karena sebenarnya hal yang signifikan di sini bukanlah objek nya, tapi subjek nya itu sendiri. Siapa subjeknya? teman-teman seangkatan yang bagi saya tak ubahnya keluarga kedua. Aroma seperti inilah yang saya cium, sepertinya kami menemukan suatu rasa yang dulu pernah hilang. Pendeskripsian revenge/balas dendam yang saya pakai, mungkin terlalu berlebihan, tapi kenyataannya ini bukan hiperbola. Balas dendam terhadap rasa kangen yang sudah sedemikian lama tertahan, balas dendam terhadap koridor-koridor waktu dan tempat. Akhir dari sebuah liburan yang overall (bagi saya) :
  • Devy ternyata bukan anak muda di segala medan dan tergantung sama 'bahan-bakar' nya.
  • Anung yang menemukan cintanya pada little Raffin.
  • Jamil yang sukses membuat pose pre-wedding yang paling indah.
  • Blink dan blonk, saudara kembar yang masih setia dengan guyonan ala masa kecil dan pose berlagak anak kembar.
  • Pukon juga gak mau kalah tangguh meski harus menanggung beban: Manusia seribu jempol
  • Paila yang mungkin masih belum bisa menentukan siapa pemenang rivalitas antara saya dengan dia.
  • Runnie dengan jargon barunya "Pumpkin"
  • Yono, beribu terimakasih atas pengorbanannya bagi kami yang sering merepotkan selama ini meski kali ini harus dibayar mahal dengan 'tepar' nya dia diterjang masuk angin.
  • Saya? masih dengan kepuasan berhasil mengukir bebatuan untuk jargon apparel baru bertuliskan nama keren saya "dhanhanafi" di hamparan pasir 'pantai' Ciwidey. (to Fajar: maaf ya Jar..ternyata kami benar2 menemukan pantai itu..)
  • Ada cinta yang mungkin terlalu frontal seandainya disebut sebagai CLBK =)).

Sebagai oleh2, beberapa foto dapat dilihat di MP saya dan MP nya Rully, atau mau tau cerita lebih serunya? bisa dilihat di rumah blognya Runnie.

See you..

6 comments:

Rully said...

pumpkin ... pumpkin...
wah wah .... keluar juga tulisannya
dans , aq lho nggak nyogok ...
aq khan mengajak ...
*tidak ada demokrasi disini .. *
pokoknya dirimu harus jawab "iya"
hehehehe ... tks for all my friends
lain kali lagi yah ...

oranges said...

ready for the next challenge?
Gyahahah... sudahlah, sebenernya antara pentink dan tidak pentink status 'anak muda di segala medan' ituh :P

mBu said...

jadi kangen ke kawah putih.. :'(

arif wahyu said...

Great moment... :)

an|na said...

dhan,, lila kok dipanggil "mas" seh.. ga ketok sangar,,
harusnya dia dipanggil "cak nur" panggilan instan dari cak nurilla !

mbix said...

woo..iyo nin, berhubung arek'e saiki mari ganti slebor (baca:potong rambut), next challenge diganti cak Nur opo om Nur sekalian ae..
Btw, gimana persiapan married nya?? aku doakan lancar ya