Tahukah anda, IQ seseorang hanya 'menyumbang' 15-20 % terhadap kesuksesan seseorang? Tahukah anda, ada sebuah nilai terbesar yang sejatinya abadi menentukan kesuksesan dunia dan akhirat? Benar memang agama sebuah pegangan hidup, tapi tahukah bahwa agama ternyata bukan hanya urusan surga dan neraka..Sebuah pengalaman hidup yang menarik. Beberapa hari kemarin saya 'break' dari rutinitas kerja-kuliah-futsal. Akhir minggu kemaren, injury time minggu kemaren lebih tepatnya, mendadak sebuah email dari staf HRD masuk ke inbox saya yang memberitahukan bahwa saya diikutkan sebagai peserta ESQ in house professional training batch-6. Well, sebagai informasi sudah 2 kali saya 'menolak' ikut training ini di batch-batch sebelumnya. Kenapa harus saya? tenang..ini bukan karena saya termasuk kategori karyawan 'bandel' ato (mungkin) HRD mulai tahu saya belajar menjadi 'little bastard' hasil karbitan staf-staf senior di departement saya. ESQ (Emotional Spiritual Quotient) training ini memang sudah menjadi training wajib yang harus diikuti seluruh karyawan yang notabene jumlahnya more than 3000 employees. Alasan saya menolak di batch-batch kemaren juga tidak tanpa alasan, setidaknya karena memang moment nya kurang tepat bertepatan dengan 'tight load' kerjaan kantor dan alasan ego saya (tentunya).
Mengapa pendidikan di masa sekolah TK disebut para ahli adalah titik puncak efektivitas penyerapan ilmu? Analisa para ahli menyebutkan bahwa kemampuan penyerapan ilmu sesorang tidak bisa mutlak ditelusuri dari tingkat kecerdasan/IQ, tapi metode penyampaiannya tak kalah penting. Belajar di TK terasa berbeda dengan jenjang-jenjang selanjutnya, bahkan klo boleh disebut tidak bisa dikatakan sebagai sekolah layaknya persepsi kita selama ini (duduk manis di kelas, mendengar dan mencatat), tapi memang ini contoh nyata, menyisipkan pelajaran sebagai aktivitas bermain dan bersenang-senang. Lebih efektif karena terjadi aktualisasi secara bersama antara otak kiri dan otak kanan yang bisa ber-sinergi dan merekamnya didalam membran sel-sel otak. Belakangan inilah yang populer sebagai metode pendidikan "Quantum Learning".
Setidaknya perasaan seperti ini lah yang saya rasakan selama mengikuti training ESQ. Klo ada yang tanya gimana trainingnya? bener memang susah diungkapkan dengan kata-kata dan dengan enteng tinggal jawab "ikut aja sendiri :p". Maka dari itu, posting kali ini tidak tentang sebuah testimoni karena saya yakin sudah sangat banyak testimoni dengan untaian kata-kata yang lebih bagus dan mengharu-biru (meski tetep juga berbicara tentang perasaan). inget tentang posting ini? sangat saya sadari bahwa ini akibat kurang sinergi antara otak dan hati.
Klo di-analogi-kan bahwa itu adalah 2 sistem yang berbeda, maka boleh ditunggu adanya crash 2 sistem tsb. (Berdasarkan ilmu yang saya dapat) manusia terlahir sudah dibungkus dengan 3 quotient values (jati diri). Inti dari semuanya terdapat di titik God Spot di lapisan Spiritual yang sifatnya bawah sadar (unconscious mind) yang kemudian dibungkus oleh lapisan Emotional di tataran semi sadar dan terakhir diaplikasikan dengan lapisan fisik (conscius mind).
Tapi itu cuman teori koq, hal penting yang saya dapat bukan teoritis konsep 165 nya. Pemahaman tentang konsep Tuhan dalam penyajian yang tidak menggurui. Meski sekilas bisa dikatakan Islamisasi 'terselubung', tapi main purpose nya general dan bisa di terjemahkan dengan keyakinan masing-masing. Terakhir, konsep manusia adalah wakil Allah yang diutus di bumi dengan membawa sifat-sifat asmaul husna yang mulia dan agung, yang nantinya akan diminta pertanggungjawaban di suatu hari yang tiada tepi...adalaha 'goal' dari training ESQ ini. Tapi training ternyata bukan 3 hari kemarin itu, training ESQ yang sesungguhnya baru saja dimulai..di kehidupan nyata.
Semoga..
*ditulis dengan 4 kali sebagai draft (saking bingungnya)
4 comments:
yayaya..
tp jangan biarkan segala pengalaman yang ada perlahan pudar oleh segala godaan yang ada..
*jadi pengen nge-charge*
dan jangan dengerin mBu!! awas ketularan gak bener... gw udah jadi korban mentah2 kakkakakaka
Gw tunggu training yang sebenarnya!
gimana dance, apa efek ESQ masih kuat? hiehiehie...
udah engga say
perlu dicharge lagi..godaan setan emang 'enak' :))
Post a Comment