Pertama kali saya jatuh cinta sama Creed gara2nya lagu "My Sacrifice", tepatnya waktu sekolah di STM Tilpun dulu, tiap ahir tahun pelajaran ada semacam gelar seni di malam hari untuk memperingati (bahasa halusnya,red) dan merayakan wisuda kakak kelas 3 yang di gelar pagi harinya. Yang bikin acara ini spesial, karena di ajang ini semua civitas akademika berhak unjuk kemampuan dan menanggalkan topeng kepura-puraan untuk menjadi 'orang' dan bukan 'siswa' yang acap kali harus selalu dibenturkan dengan dinding aturan sekolah. Waktu itu Galasesa tahun 2002, band se-angkatan saya (entah kebetulan ato tidak) membawakan lagu ini. Bisa anda tebak lah, namanya juga garapan siswa SMK tingkat 1, meski jauh dari sempurna tapi setidaknya mampu mendobrak dominasi untuk menghadirkan lagu dari band yang masih asing di telinga kami. (thanks to liquid). Singkatnya, ketakjuban (javascriptnya : nggumun) saya berlanjut sama band yang satu ini berlanjut sampai band ini ternyata bubar Juni 2004.Creed, band ber-genre alternatif rock dibentuk tahun 1995 di Florida, USA. Meski begitu band yang digawangi Scott Stapp, Mark Tremonti, Scott Phillips dan Brett Hestla, namanya baru melambung akhir tahun 90-an dan awal 2000. Sangat ironis sekali saya baru mengenal di tahun 2002-an, tp memang saat itu Creed sedang dalam puncak karirnya dan klop sudah dengan saya di usia segitu yang dalam proses pencarian 'kiblat' musik baru dan seumur2 dicekoki lagu dangdut dan qasidah kampung saya, desa di kaki gunung Semeru.
Creed sekarang hanya tinggal nama, Scott Stapp sang pemimpin lebih memilih meneruskan solo karir musik dan anggota lainnya (Mark Tremonti, Scott Phillips dan Brett Hestla) menggaet vokalis baru Myles Kennedy mendirikan band baru, Alter Bridge yang (menurut asumsi publik) masih kental dengan aroma aliran musiknya Creed dan masih dengan instrumen gitar khasnya Mark Tremonti.
Kemaren, sengaja saya masukin album One Days Remain-nya Alter bridge gabung dengan The Great Divide-nya Scott Stapp di playlist saya. Tidak ada yang aneh memang, tapi setelah 'perkawinan' dua album ini memiliki garis ilmu perguruan yang sama(menurut saya :p). Meskipun Scott Stapp masih setia dengan suara bariton mantap dan Kyles Kennedy yang mengimbangi dengan suara tenor yang melengking.Sempat berpikir seandainya ada software yang bisa men-convert jenis suara manusia..wah ini pasti jadi deh New Creed. Walau
gimanapun, bagi saya yang hanya penikmat musik..ini sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduan pada sesosok band negeri mimpi, Creed.Creed bukan legenda musik, tapi bagi teman seperjuangan yang hobbynya pacaran ama gunung, "One Last Breath"-nya Creed memberi spirit tersendiri. Aneh memang.
3 comments:
creed?
hmm..
udah lama ga denger sih..
emang ada lagu yang baru y bos?
bagi donk..
*[BUKAN] pemerhati aliran musik cadas*
"One last breath" mbik, ngelengne jaman TA mbiyen.
to mbu: gak juga bos..cuman entah kayaknya gak ada basi nya lagunya creed
*creed maniac =))
to mbah: heeh mbah...cerita tentang mahadewi dan eyang uti
=))
Post a Comment