Monday, June 11, 2007

Become moslem is (not) a fault

Alhamdulillah..nyampe juga di Hongkong. Setelah menempuh 5 jam di udara akhirnya mendarat juga di Hongkong International Airport atau total 12 jam kalo di hitung mulai keluar kamar kos di Kuningan sampai dengan masuk kamar Hotel Express Holiday Inn Causeway Bay Hongkong. Capek? pasti nya. Tapi yang paling bikin ndredeg itu karena almost pesawat selalu terbang berada di atas lautan, secara saya ini tidak kurang bisa berenang, meski ga ada jaminan juga kalo mendarat di daratan bakalan selamat. *ketawa miris*
Kesan barat yang selama ini diasumsikan orang karena negara ini 99 tahun berada di tangan jajahan Inggris sepertinya luntur. Saya merasa sudah berada di China yang hampir sesungguhnya. Bicara soal infrastruktur, sepertinya saya sudah kehabisan kata-kata mendeskripsikan simultan keindahan alam dipadu dengan teknologi ciptaan manusia. Boleh jadi sepertinya di regional Asia timur ini, negara ini lah termasuk pionernya selain duet Macan Asia (Korea-Jepang). Bicara tentang culture, Inggris yang hanya 99 tahun di sini mungkin bisa merubah total pola industri dan roadmap Hongkong sebagai bandar perdagangan layaknya Singapore maupun Cape Town. Tetapi itu hanya berlaku di tataran aspek tertentu itu, selebihnya Hongkong punya identitas sendiri sebagai trendsetter yang mungkin layaknya Bandung di Indonesia dengan Parijs van Java-nya. Model baju dari yang paling bahan nya sampe yang paling minim bahannya? ada koq. Wisata Kuliner-nya? jangan tanya lah masalah yang satu ini. Ibarat pepatah betawi mungkin seperti ini loe minta gue jual *kacau*

Hanya sepertinya saya merasa kurang nyaman di sini, justru karena hal yang paling mendasar dalam kehidupan manusia..MAKAN. Selebihnya? tidak ada keraguan sama sekali dengan pesona Hongkong. Makanan memang harus selektif. Secara syariat keyakinan yang amat sangat saya yakini kebenarannya, boleh jadi ini adalah termasuk ujian. Almost masakan di sini mengandung babi atau paling engga kecipratan minyak babi etc etc, yang secara tekstual tidak diperbolehkan untuk muslim. Memang akhirnya butuh sedikit effort, kalo tidak mau terus-terusan makan roti + selai strawberry. * duh bisa -bisa kacau sistem pencernakan saya *

Sepanjang jalan kami (saya dan Mas Soe) , kedai makan yang banyak menebar 'aroma' sedap yang konon dari minyak babi. *lha kalo mencium baunya termasuk haram ga siyy? *, sekilas kayaknya masakan di sini enak deh tapi pas liat deskripsinya ternyata eh ternyata ada 'pork and 'bacon'-nya juga. Tapi koq ya akhirnya hari ini doa kami terjawab sudah. Persis tepat di belakang tempat Training Caroline Center ternyata ada semacam koloni kecil sebangsa dan setanah-air. Pas kondisi laper-laper nya plus cuaca siang hari di sini yang panasnya minta ampun, semacam menemukan oase di padang pasir, ndilalah ada Warung Malang di sana. *Jadi inget lagunya Arema kalo ternyata beneran Arema ada dimana-mana*.

Gusti Allah. Menu nasi campur yang mungkin terlalu biasa kalo di Warteg depan kosan, mendadak serasa masakan paling enak sedunia. Tandas abis tinggal piring sendok garpu. Selidik punya selidik, pantesan disana kayaknya ga asing ternyata ga jauh dari situ ada Konsulat Jendral Republik Indonesia di Hongkong. Masih ada satu lagi yang gak kalah enak, namanya Warung Chandra, wah kalo ini lebih komplit lagi karena lebih mirip kayak toserba indomaret. Makanan kecil, bumbu masak, sayuran, majalah, koran bekas, kartu pos, kartu ucapan ultah sampe gorengan ada lengkap. Gak hanya toserba tapi masakan khas Indonesia juga bisa koq. Nasi ayam bakar yang saya pesen, sepertinya terasa lebih mak nyus daripada Ayam goreng Ny. Suharti atau Ayam goreng Wong Solo. Lokasi nya juga masih di daerah Causeway Bay, tepatnya di G/F, 9-11 Keswick Street, Causeway Bay, kalo saja ada yang barangkali berkunjung ke sini.



Well, bicara tentang fenomena kecil saya hari ini, mungkin suatu saat bisa menjadi sebuah 'penyesalan'. Bayangkan, masakan di Hongkong gak kalah nikmatnya (katanya orang lho ya), koki-koki yang jago bikin masakan bertebaran di sini. Masakan di pajang di etalase dengan didandani sedemikian menggoda selera plus pramuniaga yang gak kalah mohay-nya *ketawa setan* qiqiqii. Tapi sayangnya cuman satu itu..koq ya semua masakan mengandung bagian organ binatang yang punya hidung jelek itu..huh.
Berat kalo bicara tentang syariat, tapi saya lebih suka menandai sebagai fenomena bahwa sebenernya Gusti Allah tidak serta merta menelantarkan hamba-Nya ini (meski termasuk golongan bastard). Mungkin lancang kalo saya mencantumkan judul di atas, tapi ini memang perasaan yang saya alami. Semacam perasaan yang aneh tentang pelajaran bersyukur. Bersyukur dilahirkan sebagai muslim. Seperti hal nya juga fenomena aneh di siang ini juga. Mustahil mencari mushola atau masjid untuk menunaikan 4 rakaat diwaktu dzuhur. Sangat tidak mungkin juga kami lakukan di tempat training. Tapi koq seperti 'pertolongan' juga ketika kami melewati stand buku-buku Indonesia, ada bapak-bapak yang menawari kami mampir, mengucapkan salam dan langsung menawari kami tempat untuk sholat. Aneh padahal kami belum sempat bicara. Insyaallah gak kalah nikmatnya meski harus di sela-sela rak buku. Wallahualam. Become moslem? siapa takutt * kali ini ga pake mengibaskan rambut ala iklan shampoo Cl**r *

Anyway, berjalan di atas tuntunan syariat memang ga selamanya lurus-lurus saja koq. Kisah lain di hari ini, secara di Hongkong sekarang lagi musim panas dan implikasi nya tentu tidak ada orang yang pake baju tebal. Haduh..mata ini koq ya masih susah banget di rem kalo lihat kaum hawa yang dengan santai nya jalan-jalan dengan baju 'musim panas'-nya. Kali ini saya bener bener bingung (tapi seneng) hahahahaa
=))
See another journey

*powered by internet corner of Holiday Inn Hotel 33 Sharp Street

4 comments:

mBu said...

bener-bener ya. yang diomongin tetep aja soal makanan! huh..

eh, tapi lucu juga tuh. makan 'maknaan warteg' di hongkong. must be a valuable experience. wakaka.. :))

btw,

"..kaum hawa yang dengan santai nya jalan-jalan dengan baju 'musim panas'-nya.."

..ini ga ada skrinsyutnya?

cindymon said...

Dance..ada oleh2 bwt gw gak?

Dance said, "Oleh-oleh dari HONGKONG!"

Ya iyaaalah dari HONGKONG masa dari KOREA, pan kamu baru dari sana

Dance : #@%$Y&%GTU&^*$%#@$@#

mbix said...

to mbu:
aniway..akan selalu ada album foto baju musim panas susulan untuk mu secara kamu selalu mejadi komentator pertama di tiap postinganku
tapi jangan kasih tau si co-that, gw takut orientasi sex nya berubah :))

to sindy:
hum...oleh-oleh dari hongkong!!
ntar aku cariin versi tanah abang aja yahh :p

anna althafunnisa said...
This post has been removed by the author.