Thursday, December 06, 2007

Saya memang Indon-esial !!

Hampir selalu jarang dipastikan adanya negara bertetangga secara teritorial, rukun. Sejarah banyak bercerita clash negara tetangga terjadi justru karena banyaknya faktor persinggungan antara keduanya (ato lebih). Austria-Jerman, Belanda-Belgia, Iran-Irak, Japan-Korea, paling gres (dan mungkin akan selalu gres) Israel-Palestina yang (akan selalu) mengikuti peradaban manusia. Well, persinggungan semacam ini justru terjadi karena banyaknya akulturasi dan persamaan, fisik maupun non fisik.

Hari-hari kemarin issue ini menghangat di sini, mewarnai Indonesia ini. Edisi pulau Sipadan-Ligitan, blok Ambalat sepertinya terulang lagi, walaupun di ranah yang nyaris sama sekali berbeda, namun sama 'musuh'nya, Malaysia. Terbaru adalah pengeroyokan wait karateka, pembajakan lagu daerah dan askar wathaniyah. Mungkin ini yang bikin orang jadi jengah karena hampir selalu clash ada di segala bidang, ya militer, ekonomi, sosial budaya, sampe masalah tenaga kerja. Sampai satu hari muncul jargon yang cukup extrem "ganyang Malaysia", jaman dwikora lampau.
Adalah sebuah sindrom akut ketika perseteruan ini selalu berimbas di dunia maya, malingsia mengegerkan jagat maya seperti memantik korek api di hamparan jerami, membakar bensin yang memang puluhan dekade secara kontinyu disiramkan. Tapi Malaysia pun tidak tanpa perlawanan, blog ini adalah satu dari sekian banyak ekspresi clash ide akibat membawa persinggungan ini ke dunia maya. (walaupun belakangan diragukan apakah memang netter dari malaysia atau bukan, karena dillihat dari complete profile nya indon-hater ini berdomisili di Jakarta, Bekasi). Whatever!!
Dan sekedar anda tahu, sebagaimana halnya deskripsi header blog si indon-hater ini, secara eksplisit menyebutkan bahwa blog ini diperuntukkan sebagai "Screenshot or hyperlink of world wide web headline showing the word indon, for indon to know that the whole world calling them indon..Images or picture of indon in Malaysia as a second class citizen", hal yang pasti adalah sebutan 'indon' adalah etimologi yg berkonotasi buruk, sama halnya dengan memanggil "anj*ng"!!

Ada sedikit cerita oleh-oleh training beberapa hari lalu di negeri merlion Singapore, ya tentang sebutan 'indon' ini. Alkisah ada sesama trainee dari Malaysia, Sarah K. Taylor namanya, gadis melayu manis keturunan Inggris (dan cantik..maklum keturunan bule). Mahasiswi dari Pahang Polytech Universiti yang dalam kesehariannya sebagai IT staff di Ministry of Defense nya Malaysia. Dalam beberapa kesempatan diskusi, lunch dan curi-curi pandang, sumpah memang gadis ini ayu tenan, sayangnya gak ada screenshot nya, jadi maaf kalo ini belum bisa memuaskan dahaga pemirsa ya..hahahha. Tapi bukan itu cerita nya, mungkin akan dibahas di posting mendatang.
Sayangnya, di satu kesempatan dinner (wah sorry yo mas fer, aku ga ajak2 sampeyan..ini project pribadi hihihi), nyeletuk lah si Sarah tuh:
"Balik Indon bila??!"
*kaget..setengah mencoba menenangkan diri* "Minggu" *njawab singkat aja*
"Minggu?? hari macem mana nihh?"
"Ups..sorry, maksutku ahad" *dasar Malay* huh

Cuman sepertinya gelagat wajah ga enak saya tertangkap,
"Macem mana saya nak salah ucap?" *dgn accent innocent nya*
Ya sudah lah, kupikir sudah kepalang basah, kubilang sekalian kalo "Indon" itu di negeri kami serasa sensitive word, saru bin wagu. Sekalian saja sudah aku katakan kalo di Indonesia sudah seperti jerami disiram bensin, tinggal nunggu pemantik aja (dalam opini pribadi tentunya).
Pikirku, ah biarin deh kalo si Sarah ga terima dan ngajak berantem..aku siap meladeni lah..hahahha. Cuman, Sarah njawabnya sederhana saja.
"Maafken lah bilamana saya salah kata, but it's okay, janganlah dibawa dalam urusan personal macam ni. Lidah kami susah nak ucap kata Indonesia, so gampang kali nak kata "Indon" sahaja, macam kami juga susah ucap Malaysia jadi "Malay" . Aniway, awak nak tetap jadi teman aku lah!!"

Ya sudah lah, dalam hatiku terserah mo dibilang istilah "Indon" gimana, pokoknya kalo sampe bener-bener terjadi perang..yang pertama perlu diselamatkan ya Siti Nurhaliza dan si Sarah ini tentunya.
hahahhaha


0 comments: