Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringi
Demi siang apabila menampakkan diri dan malam apabila menutupi
Demi langit dan pembinaannya dan bumi serta penhamparannya
Dan demi jiwa dan penyempurnaannya
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S. 91 Asy Syams 1-10
Thursday, April 26, 2007
ESQ, sepenggalan perjalanan spiritual
Tahukah anda, IQ seseorang hanya 'menyumbang' 15-20 % terhadap kesuksesan seseorang? Tahukah anda, ada sebuah nilai terbesar yang sejatinya abadi menentukan kesuksesan dunia dan akhirat? Benar memang agama sebuah pegangan hidup, tapi tahukah bahwa agama ternyata bukan hanya urusan surga dan neraka..Sebuah pengalaman hidup yang menarik. Beberapa hari kemarin saya 'break' dari rutinitas kerja-kuliah-futsal. Akhir minggu kemaren, injury time minggu kemaren lebih tepatnya, mendadak sebuah email dari staf HRD masuk ke inbox saya yang memberitahukan bahwa saya diikutkan sebagai peserta ESQ in house professional training batch-6. Well, sebagai informasi sudah 2 kali saya 'menolak' ikut training ini di batch-batch sebelumnya. Kenapa harus saya? tenang..ini bukan karena saya termasuk kategori karyawan 'bandel' ato (mungkin) HRD mulai tahu saya belajar menjadi 'little bastard' hasil karbitan staf-staf senior di departement saya. ESQ (Emotional Spiritual Quotient) training ini memang sudah menjadi training wajib yang harus diikuti seluruh karyawan yang notabene jumlahnya more than 3000 employees. Alasan saya menolak di batch-batch kemaren juga tidak tanpa alasan, setidaknya karena memang moment nya kurang tepat bertepatan dengan 'tight load' kerjaan kantor dan alasan ego saya (tentunya).
Mengapa pendidikan di masa sekolah TK disebut para ahli adalah titik puncak efektivitas penyerapan ilmu? Analisa para ahli menyebutkan bahwa kemampuan penyerapan ilmu sesorang tidak bisa mutlak ditelusuri dari tingkat kecerdasan/IQ, tapi metode penyampaiannya tak kalah penting. Belajar di TK terasa berbeda dengan jenjang-jenjang selanjutnya, bahkan klo boleh disebut tidak bisa dikatakan sebagai sekolah layaknya persepsi kita selama ini (duduk manis di kelas, mendengar dan mencatat), tapi memang ini contoh nyata, menyisipkan pelajaran sebagai aktivitas bermain dan bersenang-senang. Lebih efektif karena terjadi aktualisasi secara bersama antara otak kiri dan otak kanan yang bisa ber-sinergi dan merekamnya didalam membran sel-sel otak. Belakangan inilah yang populer sebagai metode pendidikan "Quantum Learning".
Setidaknya perasaan seperti ini lah yang saya rasakan selama mengikuti training ESQ. Klo ada yang tanya gimana trainingnya? bener memang susah diungkapkan dengan kata-kata dan dengan enteng tinggal jawab "ikut aja sendiri :p". Maka dari itu, posting kali ini tidak tentang sebuah testimoni karena saya yakin sudah sangat banyak testimoni dengan untaian kata-kata yang lebih bagus dan mengharu-biru (meski tetep juga berbicara tentang perasaan). inget tentang posting ini? sangat saya sadari bahwa ini akibat kurang sinergi antara otak dan hati.
Klo di-analogi-kan bahwa itu adalah 2 sistem yang berbeda, maka boleh ditunggu adanya crash 2 sistem tsb. (Berdasarkan ilmu yang saya dapat) manusia terlahir sudah dibungkus dengan 3 quotient values (jati diri). Inti dari semuanya terdapat di titik God Spot di lapisan Spiritual yang sifatnya bawah sadar (unconscious mind) yang kemudian dibungkus oleh lapisan Emotional di tataran semi sadar dan terakhir diaplikasikan dengan lapisan fisik (conscius mind).
Tapi itu cuman teori koq, hal penting yang saya dapat bukan teoritis konsep 165 nya. Pemahaman tentang konsep Tuhan dalam penyajian yang tidak menggurui. Meski sekilas bisa dikatakan Islamisasi 'terselubung', tapi main purpose nya general dan bisa di terjemahkan dengan keyakinan masing-masing. Terakhir, konsep manusia adalah wakil Allah yang diutus di bumi dengan membawa sifat-sifat asmaul husna yang mulia dan agung, yang nantinya akan diminta pertanggungjawaban di suatu hari yang tiada tepi...adalaha 'goal' dari training ESQ ini. Tapi training ternyata bukan 3 hari kemarin itu, training ESQ yang sesungguhnya baru saja dimulai..di kehidupan nyata.
Semoga..
*ditulis dengan 4 kali sebagai draft (saking bingungnya)
Thursday, April 19, 2007
Bagaskara Manjer Kawuryan
"Racun yang kau minumkan kepada Baginda?" teriak Gajahmada.
Panik semua yang berasa di bangsal raja, dengan gugup para kerabat hanya bisa menyaksikan manakala Kalagemet yang bergelar Sri Jayanegara itu menggeliat tidak terkendali. Demikian cepat racun yang di ramu Ra Tanca itu meringkus nyawanya dan menarik paksa keluar dari tubuhnya.
"Keparat!" teriak bekel Gajahmada
Dengan tanpa menyisakan ragu secuil pun Gajahmada mencabut keris dari pinggangnya dan dihujamkan ke tengah dada Ra Tanca.
Ra Tanca yang siap mati telah mempersiapkan diri menyongsongnya. Sepenuh hati Ra Tanca memejamkan mata menunggu saat-saat nyawa oncat dari raganya. Ra Tanca memejamkan mata untuk menikmati rasa sakit yang menyergapnya, sisa tenaga yang masih ada digunakan untuk berbisik,
"Bagaskara Manjer Kawuryan"
*dikutip dari halaman terakhir "Gajah Mada" karangan Langit Kresna Hariadi, sebuah awal dari trilogi perjalanan "politik" Mahapatih Gajah Mada, salah satu politikus terbesar negeri ini.
Panik semua yang berasa di bangsal raja, dengan gugup para kerabat hanya bisa menyaksikan manakala Kalagemet yang bergelar Sri Jayanegara itu menggeliat tidak terkendali. Demikian cepat racun yang di ramu Ra Tanca itu meringkus nyawanya dan menarik paksa keluar dari tubuhnya.
"Keparat!" teriak bekel Gajahmada
Dengan tanpa menyisakan ragu secuil pun Gajahmada mencabut keris dari pinggangnya dan dihujamkan ke tengah dada Ra Tanca.
Ra Tanca yang siap mati telah mempersiapkan diri menyongsongnya. Sepenuh hati Ra Tanca memejamkan mata menunggu saat-saat nyawa oncat dari raganya. Ra Tanca memejamkan mata untuk menikmati rasa sakit yang menyergapnya, sisa tenaga yang masih ada digunakan untuk berbisik,
"Bagaskara Manjer Kawuryan"
*dikutip dari halaman terakhir "Gajah Mada" karangan Langit Kresna Hariadi, sebuah awal dari trilogi perjalanan "politik" Mahapatih Gajah Mada, salah satu politikus terbesar negeri ini.
Tuesday, April 17, 2007
Milad Ummi-ku
Hari ini, 17 April ini..tepat 44 tahun usia ibunda-ku tercinta. Ibunda, wanita yang selalu (dan akan selalu) menempati peringkat pertama di hatiku. Seberat nyawa beliau dipertaruhkan untukku, sederas air susu yang mengalir, sebesar cinta yang tanpa pamrih.
Selamat ulang tahun ya Bunda. Maafkan ananda yang mungkin belum sepenuhnya bisa menjadi yang Bunda harapkan. Luv u Bunda.
Selamat ulang tahun ya Bunda. Maafkan ananda yang mungkin belum sepenuhnya bisa menjadi yang Bunda harapkan. Luv u Bunda.
Friday, April 13, 2007
Bandung, Full of Revenge Days
Minggu-minggu yang indah dan kompleks. Ada cinta lama, ada canda, ada sengsara, ada pertengkaran...tapi saya lebih mendedikasikan minggu ini sebagai minggu balas dendam. Minggu yang berat? engga juga sih.
Well, minggu ini diawali dengan ucapan happy bitrhday for my room mate, Andhika "jemblink" Restama. Wish you all the best my bro dan teman se-ranjang. lho? ya iya lah..wong dia temen kos-ku sekamar. Sangat berkesan dengan celebration party di Tebet cafe dan apa yang kami sebut sebagai "pesta ala yahudi".
Kenapa revenge atau balas dendam? sometimes penggunaan kosakata ini terlalu spesialisasi dan identik dengan konotasi yang jelek. Baiklah, kali ini kita pakai saja untuk mendefinisikan sebuah perasaan yang dalam dan sudah lama terkubur. *kontroversi mode on
Minggu kemaren, aku kedatangan tamu istimewa dari Papua sana( yak..Papua yang ujung timur Indonesia itu lohh), bukan orang penting-penting banged sih tapi hanya 'saudaraku' yang (akhirnya) dapet kesempatan training di Jakarta. Mungkin karena tergiur oleh iming-iming another Papua tema Fajar, yang kami entertain dengan liburan ala orang susah ke Bandung beberapa minggu silam. Maklum lah, mungkin di Papua sana khan gak ada 'pantai' Ciwidey, wisata kuliner dan Factory outlet yang notabene nya hanya ada di kota 'Parijs van Java' ini. Seperti yang sudah diduga, Rully merayu saya untuk minta di-entertain juga. meskipun sebenarnya saya keukeuh males ke Bandung lagi (coz udah 2 kali dalam sebulan ini..gilaa), tapi naluri kejantanan (lho..lho??) saya luluh juga, setelah di-sogok (sogok = suap..awas klo diartikan lainn..huh) sebuah kaos bertuliskan "PAPUA" dengan tanda panah putih ke sudut kanan atas.
Kebetulan memang weekend minggu kemarin lumayan panjang berhubung hari jumatnya adalah hari Paskah. Setidaknya ada 2 alasan bagi saya meng-iya-kan ajakan rully:
Masih dengan acara standard liburan kami ke bandung : wisata kuliner, wisata alam dan shopping *tentunya*. Kesan liburan yang sengsara benar2 tidak terlihat bahkan terasa sangat comfort. Jalan2 gak perlu pake sepeda motor karena udah disewain mobil, tidurnya pun gak perlu numpang di kamarnya Yono, tapi udah disewain wisma tersendiri. Puas? pasti..karena sebenarnya hal yang signifikan di sini bukanlah objek nya, tapi subjek nya itu sendiri. Siapa subjeknya? teman-teman seangkatan yang bagi saya tak ubahnya keluarga kedua. Aroma seperti inilah yang saya cium, sepertinya kami menemukan suatu rasa yang dulu pernah hilang. Pendeskripsian revenge/balas dendam yang saya pakai, mungkin terlalu berlebihan, tapi kenyataannya ini bukan hiperbola. Balas dendam terhadap rasa kangen yang sudah sedemikian lama tertahan, balas dendam terhadap koridor-koridor waktu dan tempat. Akhir dari sebuah liburan yang overall (bagi saya) :

Well, minggu ini diawali dengan ucapan happy bitrhday for my room mate, Andhika "jemblink" Restama. Wish you all the best my bro dan teman se-ranjang. lho? ya iya lah..wong dia temen kos-ku sekamar. Sangat berkesan dengan celebration party di Tebet cafe dan apa yang kami sebut sebagai "pesta ala yahudi".
Kenapa revenge atau balas dendam? sometimes penggunaan kosakata ini terlalu spesialisasi dan identik dengan konotasi yang jelek. Baiklah, kali ini kita pakai saja untuk mendefinisikan sebuah perasaan yang dalam dan sudah lama terkubur. *kontroversi mode on
Minggu kemaren, aku kedatangan tamu istimewa dari Papua sana( yak..Papua yang ujung timur Indonesia itu lohh), bukan orang penting-penting banged sih tapi hanya 'saudaraku' yang (akhirnya) dapet kesempatan training di Jakarta. Mungkin karena tergiur oleh iming-iming another Papua tema Fajar, yang kami entertain dengan liburan ala orang susah ke Bandung beberapa minggu silam. Maklum lah, mungkin di Papua sana khan gak ada 'pantai' Ciwidey, wisata kuliner dan Factory outlet yang notabene nya hanya ada di kota 'Parijs van Java' ini. Seperti yang sudah diduga, Rully merayu saya untuk minta di-entertain juga. meskipun sebenarnya saya keukeuh males ke Bandung lagi (coz udah 2 kali dalam sebulan ini..gilaa), tapi naluri kejantanan (lho..lho??) saya luluh juga, setelah di-sogok (sogok = suap..awas klo diartikan lainn..huh) sebuah kaos bertuliskan "PAPUA" dengan tanda panah putih ke sudut kanan atas.
Kebetulan memang weekend minggu kemarin lumayan panjang berhubung hari jumatnya adalah hari Paskah. Setidaknya ada 2 alasan bagi saya meng-iya-kan ajakan rully:
- Kasihan sama Rully yang terus-terusan ngiler denger iming2 dari Fajar. Tapi sejujurnya engga dengan terpaksa koq, krn memang basicly saya gak tega klo ada yang jauh2 ke sini hanya disuguhi pemandangan Monas saja. Apalagi dengan menyuap kaos bertuliskan Papua yang katanya paling bagus se-Papua sana asli bikinan Timika. Memang katanya paling bagus selain kaos andalannya yang bergambar orang Papua yang lagi lari pake koteka.
- Tantangan dari Mas (eh salah..jeng) Paila yang selalu meragukan kapasitas saya sebagai anak muda di segala medan bahkan parahnya pernah meragukan kapabilitas saya sebagai seorang laki-laki. Emang harus dibuktikan gimana sih La??
- Devy ternyata bukan anak muda di segala medan dan tergantung sama 'bahan-bakar' nya.
- Anung yang menemukan cintanya pada little Raffin.
- Jamil yang sukses membuat pose pre-wedding yang paling indah.
- Blink dan blonk, saudara kembar yang masih setia dengan guyonan ala masa kecil dan pose berlagak anak kembar.
- Pukon juga gak mau kalah tangguh meski harus menanggung beban: Manusia seribu jempol
- Paila yang mungkin masih belum bisa menentukan siapa pemenang rivalitas antara saya dengan dia.
- Runnie dengan jargon barunya "Pumpkin"
- Yono, beribu terimakasih atas pengorbanannya bagi kami yang sering merepotkan selama ini meski kali ini harus dibayar mahal dengan 'tepar' nya dia diterjang masuk angin.
- Saya? masih dengan kepuasan berhasil mengukir bebatuan untuk jargon apparel baru bertuliskan nama keren saya "dhanhanafi" di hamparan pasir 'pantai' Ciwidey. (to Fajar: maaf ya Jar..ternyata kami benar2 menemukan pantai itu..)
- Ada cinta yang mungkin terlalu frontal seandainya disebut sebagai CLBK =)).
Sebagai oleh2, beberapa foto dapat dilihat di MP saya dan MP nya Rully, atau mau tau cerita lebih serunya? bisa dilihat di rumah blognya Runnie.
See you..
Tuesday, April 03, 2007
Mengawinkan 'Creed' lagi
Selera musik saya adalah selera musik rakyat kebanyakan. (bagi saya) Dalam artian tidak melulu mementingkan brand atau aliran musik tertentu. Yang pasti, namanya juga musik kebanyakan, faktor easy listening itu wajib, syukur klo misalkan ngerti artinya dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari (lho..lho..gak salah tah?) :p
Pertama kali saya jatuh cinta sama Creed gara2nya lagu "My Sacrifice", tepatnya waktu sekolah di STM Tilpun dulu, tiap ahir tahun pelajaran ada semacam gelar seni di malam hari untuk memperingati (bahasa halusnya,red) dan merayakan wisuda kakak kelas 3 yang di gelar pagi harinya. Yang bikin acara ini spesial, karena di ajang ini semua civitas akademika berhak unjuk kemampuan dan menanggalkan topeng kepura-puraan untuk menjadi 'orang' dan bukan 'siswa' yang acap kali harus selalu dibenturkan dengan dinding aturan sekolah. Waktu itu Galasesa tahun 2002, band se-angkatan saya (entah kebetulan ato tidak) membawakan lagu ini. Bisa anda tebak lah, namanya juga garapan siswa SMK tingkat 1, meski jauh dari sempurna tapi setidaknya mampu mendobrak dominasi untuk menghadirkan lagu dari band yang masih asing di telinga kami. (thanks to liquid). Singkatnya, ketakjuban (javascriptnya : nggumun) saya berlanjut sama band yang satu ini berlanjut sampai band ini ternyata bubar Juni 2004.
Creed, band ber-genre alternatif rock dibentuk tahun 1995 di Florida, USA. Meski begitu band yang digawangi Scott Stapp, Mark Tremonti, Scott Phillips dan Brett Hestla, namanya baru melambung akhir tahun 90-an dan awal 2000. Sangat ironis sekali saya baru mengenal di tahun 2002-an, tp memang saat itu Creed sedang dalam puncak karirnya dan klop sudah dengan saya di usia segitu yang dalam proses pencarian 'kiblat' musik baru dan seumur2 dicekoki lagu dangdut dan qasidah kampung saya, desa di kaki gunung Semeru.
Creed sekarang hanya tinggal nama, Scott Stapp sang pemimpin lebih memilih meneruskan solo karir musik dan anggota lainnya (Mark Tremonti, Scott Phillips dan Brett Hestla) menggaet vokalis baru Myles Kennedy mendirikan band baru, Alter Bridge yang (menurut asumsi publik) masih kental dengan aroma aliran musiknya Creed dan masih dengan instrumen gitar khasnya Mark Tremonti.
Kemaren, sengaja saya masukin album One Days Remain-nya Alter bridge gabung dengan The Great Divide-nya Scott Stapp di playlist saya. Tidak ada yang aneh memang, tapi setelah 'perkawinan' dua album ini memiliki garis ilmu perguruan yang sama(menurut saya :p). Meskipun Scott Stapp masih setia dengan suara bariton mantap dan Kyles Kennedy yang mengimbangi dengan suara tenor yang melengking.
Sempat berpikir seandainya ada software yang bisa men-convert jenis suara manusia..wah ini pasti jadi deh New Creed. Walau
gimanapun, bagi saya yang hanya penikmat musik..ini sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduan pada sesosok band negeri mimpi, Creed.
Creed bukan legenda musik, tapi bagi teman seperjuangan yang hobbynya pacaran ama gunung, "One Last Breath"-nya Creed memberi spirit tersendiri. Aneh memang.
Pertama kali saya jatuh cinta sama Creed gara2nya lagu "My Sacrifice", tepatnya waktu sekolah di STM Tilpun dulu, tiap ahir tahun pelajaran ada semacam gelar seni di malam hari untuk memperingati (bahasa halusnya,red) dan merayakan wisuda kakak kelas 3 yang di gelar pagi harinya. Yang bikin acara ini spesial, karena di ajang ini semua civitas akademika berhak unjuk kemampuan dan menanggalkan topeng kepura-puraan untuk menjadi 'orang' dan bukan 'siswa' yang acap kali harus selalu dibenturkan dengan dinding aturan sekolah. Waktu itu Galasesa tahun 2002, band se-angkatan saya (entah kebetulan ato tidak) membawakan lagu ini. Bisa anda tebak lah, namanya juga garapan siswa SMK tingkat 1, meski jauh dari sempurna tapi setidaknya mampu mendobrak dominasi untuk menghadirkan lagu dari band yang masih asing di telinga kami. (thanks to liquid). Singkatnya, ketakjuban (javascriptnya : nggumun) saya berlanjut sama band yang satu ini berlanjut sampai band ini ternyata bubar Juni 2004.Creed, band ber-genre alternatif rock dibentuk tahun 1995 di Florida, USA. Meski begitu band yang digawangi Scott Stapp, Mark Tremonti, Scott Phillips dan Brett Hestla, namanya baru melambung akhir tahun 90-an dan awal 2000. Sangat ironis sekali saya baru mengenal di tahun 2002-an, tp memang saat itu Creed sedang dalam puncak karirnya dan klop sudah dengan saya di usia segitu yang dalam proses pencarian 'kiblat' musik baru dan seumur2 dicekoki lagu dangdut dan qasidah kampung saya, desa di kaki gunung Semeru.
Creed sekarang hanya tinggal nama, Scott Stapp sang pemimpin lebih memilih meneruskan solo karir musik dan anggota lainnya (Mark Tremonti, Scott Phillips dan Brett Hestla) menggaet vokalis baru Myles Kennedy mendirikan band baru, Alter Bridge yang (menurut asumsi publik) masih kental dengan aroma aliran musiknya Creed dan masih dengan instrumen gitar khasnya Mark Tremonti.
Kemaren, sengaja saya masukin album One Days Remain-nya Alter bridge gabung dengan The Great Divide-nya Scott Stapp di playlist saya. Tidak ada yang aneh memang, tapi setelah 'perkawinan' dua album ini memiliki garis ilmu perguruan yang sama(menurut saya :p). Meskipun Scott Stapp masih setia dengan suara bariton mantap dan Kyles Kennedy yang mengimbangi dengan suara tenor yang melengking.Sempat berpikir seandainya ada software yang bisa men-convert jenis suara manusia..wah ini pasti jadi deh New Creed. Walau
gimanapun, bagi saya yang hanya penikmat musik..ini sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduan pada sesosok band negeri mimpi, Creed.Creed bukan legenda musik, tapi bagi teman seperjuangan yang hobbynya pacaran ama gunung, "One Last Breath"-nya Creed memberi spirit tersendiri. Aneh memang.
Monday, April 02, 2007
Gitaran (wong) Jowo
Secara tidak sengaja saya menemukan ini:
*diadopsi (ato lebih tepatnya "nyolong") dari blognya Mas Joe yang secara eksplisit diperuntukkan bagi yang mengerti Javascript. Suwun mas!!
Sunday, April 01, 2007
Memperingati April Mop
Hari ini tepat hari pertama di bulan April 2007, tanggal 1 April.
Mengambil judul di atas harus didahului tersedaknya saya oleh segelas kopi dan sebungkus kacang Dua Kelinci besar ukuran 1000g sisa-sisa lembur tempo hari. Tak lain karena membayangkan akan banyaknya kontroversi yang bakalan muncul terkait dengan kaitan peristiwa yang pernah terjadi hari ini. Meski notabene nya saya selalu mengharapkan selalu terjadi adanya kontroversi :D.
April Mop, atau lebih dikenal dunia sebagai April Fools' Day, entah datang dari sudut bumi sebelah mana menjadikan hari ini layaknya seperti sebuah hari yang harus dikenang dan dirayakan sebagai informal ceremony seperti halnya valentine day, halloween party etc.
Mengambil judul di atas harus didahului tersedaknya saya oleh segelas kopi dan sebungkus kacang Dua Kelinci besar ukuran 1000g sisa-sisa lembur tempo hari. Tak lain karena membayangkan akan banyaknya kontroversi yang bakalan muncul terkait dengan kaitan peristiwa yang pernah terjadi hari ini. Meski notabene nya saya selalu mengharapkan selalu terjadi adanya kontroversi :D.
April Mop, atau lebih dikenal dunia sebagai April Fools' Day, entah datang dari sudut bumi sebelah mana menjadikan hari ini layaknya seperti sebuah hari yang harus dikenang dan dirayakan sebagai informal ceremony seperti halnya valentine day, halloween party etc.
Sedikit mengorek serpihan sejarahnya, konon tradisi ini diawali karena beberapa abad silam tanggal 1 April adalah hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan.Waktu berjalan, akhirnya disepakati bahwa tanggal 1 April disebut sebagai foolish day melegalkan segala bentuk penipuan dengan cara apapun dan kepada siapapun baik teman, saudara bahkan orang tua. Info selengkapanya tentang April Mop bisa dilihat di sini.
Mengapa saya ambil tema memperingati April Mop? Sejujurnya inilah yang menjadi kegelisahan bagi saya.Sebagai muslim, bagi saya perayaan besar yang harus diperingati adalah apa yang pernah dicontohkan oleh Kanjeng Nabi, yang kalo diteliti secara kajian tematik makna perayaan harusnya memberi manfaat dengan menelaah hikmah yang terkandung di dalamnya. Arus global memang sesuatu yang hampir mustahil dihindari oleh siapapun, pun Kanjeng Nabi pun sudah memprediksi ini akan berlaku juga untuk umatnya. Sejatinya memang secara tidak disadari (dan sangat disayangkan) tenyata umat Islam juga merayakan foolish day macam hari ini atau hari-lain semacam valentine day, haloween dll, yaitu dengan cara membahasnya di milis-milis, website muslim, forum diskusi dll. Dan posting saya ini adalah salah satu contoh kebodohan kaprah kerap dilakukan muslimin untuk menyegarkan ingatan (ato merayakan meski secara tidak langsung) kita semua atas semua perayan-perayaan bodoh yang bersumber kepada ajaran Yahudi laknatullah. Akhirnya, ini hanya sebuah opini dan tidak bermaksud menggurui.
Anda punya pendapat lain??
Subscribe to:
Posts (Atom)