Friday, June 29, 2007

Pulang

Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Takakan kulepaskan dekapku...karena kutahu pasti aku
Merindukanmu seumur hidupku...selama-lamanya...

Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
S’kali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku...menafikan engkau disana
Maafkan aku...
Cepatku kembali...

Perjalanan ini by Padi
*lamat-lamat aku cium bau wangi tanah itu, tanah kelahiranku..dan aku tahu..kepada siapa hatiku akan pulang
See another journey at Malang

Thursday, June 28, 2007

Expired

Sebutlah kata itu adalah basi, entah mengapa aku merasa terlambat jatuh cinta sama ikan lumba-lumba itu. aniway, setelah sukses dengan eksperimen gila, akhir-akhir ini saya sering asyik ngoprek lagi untuk lebih intim dengan MySQL *selain tentu tidak dengan serta-merta menyisihkan Oracle, my main jobdesc* :D
Konsep efisiensi juga sih, untuk database yang kecil dan tabel yang hanya puluhan rows saja..kenapa harus boros resource dengan Oracle?
MySQL ... kecil, ringan, sederhana tapi ..powerfull !!!

-- L' Internationale --

Jakarta pagi ini

Masih ingat pelajaran SD tentang musim kemarau dan musim penghujan? ato musim diantara keduanya yang lazim dikenal dengan musim pancaroba? Well, sekarang agak susah sepertinya untuk menerima 'doktin' seperti itu lagi di saat kenyataan pagi ini hujan sepagian mengguyur rata ibukota. Rumusnya sangat mudah, hujan = genangan air = macet. Bisa jadi karena faktor terakhir ini yang ada dipikiran saya bahwa berangkat kantor adalah semacam 'fear factor' bagi bikers yang mau lewat kolong flyover Gatot Subroto depan Balai Kartini yang macetnya minta ampun. *genangan airnya bisa nyampe knalpot motor

Sebelum kelewatan, saya secara pribadi mengucapkan "Selamat Hari (anti) Narkoba" se-dunia yang tepat diperingati tanggal 26 Juni kemarin. Bagus juga untuk diperingati, setidaknya menyadarkan kita bahwa dunia dengan sangat sadar menempatkan 'drugs' sebagai musuh yang layak dilawan secara kolektif, meski (mungkin) tidak juga diperingati oleh saudara-saudara kita yang terlanjur tercebur 'nirwana' dunia itu.

Aha, ada satu kabar bagus juga yang pengen saya sampaikan. Domain .info saya sudah kembali dengan selamat, setelah hampir 2 bulan accountnya expired baru kemarin sudah bisa release lagi. *bukti bahwa nama dhanhanafi.info bener-bener bukan nama komersil, terbukti 2 bulan lebih ga ada yang nglirik sama sekali* payah
The 'lost boy' itu akhirnya kembali ke tangan saya dengan tanpa mengeluarkan sepeser rupiah pun *melirik see_mbah, thanks in advance*. Bicara soal domain, bisa saya pastikan tidak ada maksut aneh-aneh koq, toh domain itu nanti nya redirect ke blog ini juga. Bukan karena saya tidak bangga dengan adanya embel-embel ".blogspot.com"..BUKAN.. tapi sekedar self esteem dan self satisfaction tentunya hahahaha *ketawa setan* domain ini cuman buat persiapan seandainya nanti saya sudah lulus dari 'blogspot' dan dapat kesempatan running on blog engine sendiri. semoga. So, numpang di posting ini juga ada semacam soft launch link baru saya.

-- L' Internationale --

Saturday, June 16, 2007

Bye HKG

Sad to leave Hongkong while i'm trying catch amazing moments. For overall, i hope this isn't just amazing moment but being one of whole my lifecycle.

Thanks for Oracle Education Hongkong, Mr. Ricky Chan, Mr. Tse Hiu Ming ( i'll promise to be good student hahahha ). I'm counting hours to go back Jakarta. This chapter is over but it will be my pleasure to meet Hongkong in another time (assuredly if i get opportunity :p ). I'll be leaving Hongkong by SQL at 10.30 am

I miss Jakarta

Thursday, June 14, 2007

Berlalu malu

lokasi : Victoria Park corner, Happy Valley district
Seketika langsung teringat postingan Cak Nuy.
Berdasarkan info Mbak Bunga (bukan nama sebenarnya,red) *'Pahlawan devisa' asal Tulungagung yang berhasil saya 'culik' dari warung chandra *, kawasan ini tak ubahnya Monas di hari minggu. tumplek blek.
FYI, total pekerja Indonesia di Hongkong per Juni 2007 sejumlah 130 ribuan orang (sumber : Konjen RI)
Berlalu malu...qiqiqiqiii

Monday, June 11, 2007

Become moslem is (not) a fault

Alhamdulillah..nyampe juga di Hongkong. Setelah menempuh 5 jam di udara akhirnya mendarat juga di Hongkong International Airport atau total 12 jam kalo di hitung mulai keluar kamar kos di Kuningan sampai dengan masuk kamar Hotel Express Holiday Inn Causeway Bay Hongkong. Capek? pasti nya. Tapi yang paling bikin ndredeg itu karena almost pesawat selalu terbang berada di atas lautan, secara saya ini tidak kurang bisa berenang, meski ga ada jaminan juga kalo mendarat di daratan bakalan selamat. *ketawa miris*
Kesan barat yang selama ini diasumsikan orang karena negara ini 99 tahun berada di tangan jajahan Inggris sepertinya luntur. Saya merasa sudah berada di China yang hampir sesungguhnya. Bicara soal infrastruktur, sepertinya saya sudah kehabisan kata-kata mendeskripsikan simultan keindahan alam dipadu dengan teknologi ciptaan manusia. Boleh jadi sepertinya di regional Asia timur ini, negara ini lah termasuk pionernya selain duet Macan Asia (Korea-Jepang). Bicara tentang culture, Inggris yang hanya 99 tahun di sini mungkin bisa merubah total pola industri dan roadmap Hongkong sebagai bandar perdagangan layaknya Singapore maupun Cape Town. Tetapi itu hanya berlaku di tataran aspek tertentu itu, selebihnya Hongkong punya identitas sendiri sebagai trendsetter yang mungkin layaknya Bandung di Indonesia dengan Parijs van Java-nya. Model baju dari yang paling bahan nya sampe yang paling minim bahannya? ada koq. Wisata Kuliner-nya? jangan tanya lah masalah yang satu ini. Ibarat pepatah betawi mungkin seperti ini loe minta gue jual *kacau*

Hanya sepertinya saya merasa kurang nyaman di sini, justru karena hal yang paling mendasar dalam kehidupan manusia..MAKAN. Selebihnya? tidak ada keraguan sama sekali dengan pesona Hongkong. Makanan memang harus selektif. Secara syariat keyakinan yang amat sangat saya yakini kebenarannya, boleh jadi ini adalah termasuk ujian. Almost masakan di sini mengandung babi atau paling engga kecipratan minyak babi etc etc, yang secara tekstual tidak diperbolehkan untuk muslim. Memang akhirnya butuh sedikit effort, kalo tidak mau terus-terusan makan roti + selai strawberry. * duh bisa -bisa kacau sistem pencernakan saya *

Sepanjang jalan kami (saya dan Mas Soe) , kedai makan yang banyak menebar 'aroma' sedap yang konon dari minyak babi. *lha kalo mencium baunya termasuk haram ga siyy? *, sekilas kayaknya masakan di sini enak deh tapi pas liat deskripsinya ternyata eh ternyata ada 'pork and 'bacon'-nya juga. Tapi koq ya akhirnya hari ini doa kami terjawab sudah. Persis tepat di belakang tempat Training Caroline Center ternyata ada semacam koloni kecil sebangsa dan setanah-air. Pas kondisi laper-laper nya plus cuaca siang hari di sini yang panasnya minta ampun, semacam menemukan oase di padang pasir, ndilalah ada Warung Malang di sana. *Jadi inget lagunya Arema kalo ternyata beneran Arema ada dimana-mana*.

Gusti Allah. Menu nasi campur yang mungkin terlalu biasa kalo di Warteg depan kosan, mendadak serasa masakan paling enak sedunia. Tandas abis tinggal piring sendok garpu. Selidik punya selidik, pantesan disana kayaknya ga asing ternyata ga jauh dari situ ada Konsulat Jendral Republik Indonesia di Hongkong. Masih ada satu lagi yang gak kalah enak, namanya Warung Chandra, wah kalo ini lebih komplit lagi karena lebih mirip kayak toserba indomaret. Makanan kecil, bumbu masak, sayuran, majalah, koran bekas, kartu pos, kartu ucapan ultah sampe gorengan ada lengkap. Gak hanya toserba tapi masakan khas Indonesia juga bisa koq. Nasi ayam bakar yang saya pesen, sepertinya terasa lebih mak nyus daripada Ayam goreng Ny. Suharti atau Ayam goreng Wong Solo. Lokasi nya juga masih di daerah Causeway Bay, tepatnya di G/F, 9-11 Keswick Street, Causeway Bay, kalo saja ada yang barangkali berkunjung ke sini.



Well, bicara tentang fenomena kecil saya hari ini, mungkin suatu saat bisa menjadi sebuah 'penyesalan'. Bayangkan, masakan di Hongkong gak kalah nikmatnya (katanya orang lho ya), koki-koki yang jago bikin masakan bertebaran di sini. Masakan di pajang di etalase dengan didandani sedemikian menggoda selera plus pramuniaga yang gak kalah mohay-nya *ketawa setan* qiqiqii. Tapi sayangnya cuman satu itu..koq ya semua masakan mengandung bagian organ binatang yang punya hidung jelek itu..huh.
Berat kalo bicara tentang syariat, tapi saya lebih suka menandai sebagai fenomena bahwa sebenernya Gusti Allah tidak serta merta menelantarkan hamba-Nya ini (meski termasuk golongan bastard). Mungkin lancang kalo saya mencantumkan judul di atas, tapi ini memang perasaan yang saya alami. Semacam perasaan yang aneh tentang pelajaran bersyukur. Bersyukur dilahirkan sebagai muslim. Seperti hal nya juga fenomena aneh di siang ini juga. Mustahil mencari mushola atau masjid untuk menunaikan 4 rakaat diwaktu dzuhur. Sangat tidak mungkin juga kami lakukan di tempat training. Tapi koq seperti 'pertolongan' juga ketika kami melewati stand buku-buku Indonesia, ada bapak-bapak yang menawari kami mampir, mengucapkan salam dan langsung menawari kami tempat untuk sholat. Aneh padahal kami belum sempat bicara. Insyaallah gak kalah nikmatnya meski harus di sela-sela rak buku. Wallahualam. Become moslem? siapa takutt * kali ini ga pake mengibaskan rambut ala iklan shampoo Cl**r *

Anyway, berjalan di atas tuntunan syariat memang ga selamanya lurus-lurus saja koq. Kisah lain di hari ini, secara di Hongkong sekarang lagi musim panas dan implikasi nya tentu tidak ada orang yang pake baju tebal. Haduh..mata ini koq ya masih susah banget di rem kalo lihat kaum hawa yang dengan santai nya jalan-jalan dengan baju 'musim panas'-nya. Kali ini saya bener bener bingung (tapi seneng) hahahahaa
=))
See another journey

*powered by internet corner of Holiday Inn Hotel 33 Sharp Street

Saturday, June 09, 2007

HKG..i'll be there soon

Fyuhh..just finished packing my big bag. Tomorrow, i'll be leaving to attend something called 'expired' training hahaha. I'm afraid this just like some holiday trip as independent week from tight work load, traffic jam, polution etc etc. =))
Insyaallah..I'll be leaving Jakarta at Jun 10 2007, 9.15 am by SQ.

C U at Hongkong.. :)

Friday, June 01, 2007

So Close So Real

Chapter tentang sebuah 'semi' chauvinisme barangkali
*duh ngomong apa sih* sigh
Okay..okay, lebih baik saya bikin peringatan di awal saja. Bagi anda yang alergi dengan narsis, katarsis dan penyakit-penyakit penghambaan pada diri sendiri, akan sangat lebih baik segera anda banting komputer anda tutup window ini deh. Takutnya sih, banyak sumpah serapah nanti yang disebut setelah baca post saya ini, waduh saya jadi ikut berdosa dunk.
Topik ini sepertinya (menurut saya) tidak berlebihan kalo kadang harus ada cerita dedcated untuk kantor.
Telkomsel, begitulah kira-kira bapak ibu nya ngasih nama. Akronim dari Telekomunikasi Selular (bukan seluar). Tepat tanggal 26 Mei kemaren sudah 12 tahun mengudara sebagai salah satu operator telekomunikasi di Indonesia, yang artinya sudah bisa dikatakan sebagai mature company. Ya iya lah..mosok ya kalo gak mature mana mungkin mau mempekerjakan anak dibawah umur kayak saya dan hanya bermodal ijazah butut STM Tilpun di negeri antah berantah sana. Sejatinya memang cuman fenomena kecil sih, walaupun kenyataannya ke-mature-an itu bisa anda lihat sendiri, siapakah raja operator GSM di Indonesia saat ini??
*sempat kepikiran kata-kata barusan mau tak 'bold' trus tak kasih tau ke Marketing Department, humm..siapa tau dapet marketing insentif karena promosi terselubung di blog saya ini * qiqiqii
Berbicara tentang kecintaan, sempat ingat pepatah tak bertuan "Jangan kau mencintai kantormu karena belum tentu kantormu juga mencintaimu". Waduh, masalahnya ini bukan pada level cinta ato tidak cinta lagi, maksutnya sudah sangat terlambat sekali untuk mempertanyakan cinta saya kepada kantor. Sudah sangat jelas cinta, seperti cinta nya team HRD yang sangat ikhlas memproses payroll di account saya dan seperti cinta nya team finance yang dengan sangat penuh amanah menambah pundi-pundi di rekening Mandiri saya tiap tanggal 25. *ketawa setan*
Memperingati ultah Telkomsel ke-12 kali ini, dengan semangat "12 tahun melayani Indonesia", saya kira tidak berlebihan koq. Meski mohon maaf kalo selama ini mungkin bagi anda pengguna Telkomsel masih merasakan ketidaknyamanan jaringan maupun service Telkomsel, tapi memang Telkomsel sudah berusaha semampu mungkin menghadirkan apa yang disebut dengan layanan terbaik bagi anda. *kepikiran lagi untuk ngasih tau kata-kata terakhir ini ke Corporate Communication departement..siapa tau dapet insentif lagi, lumayan bisa double* qiqiqiii
Telkomsel memang bukan yang terbaik, tapi sepertinya arahan ke depannya adalah menciptakan good corporate dan aktualisasi diri. Bagus. Dan untuk itulah kenapa Telkomsel ga perlu tinggi-tinggi bikin slogan, cukup..so close so real
Saya?? alhamdulillah tepat 2 tahun sudah saya jadi kuli di kantor ini. Mempertanyakan betah atau tidaknya sepertinya sudah terlambat. Dan tidak berlebihan memang untuk lebih bijak seandainya mempertanyakan ..so far, what i've done?? *lagunya LP ada yang match juga dengan kondisi*
Dan sepertinya juga tidak berlebihan saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya bagi anda yang sudah membaca kenarsisan saya ini *meski mungkin langsung muntah-muntah*
So close so real