Friday, November 30, 2007

Back to Platform


Setelah 2 kali weekday sempat kehilangan capolista, akhirnya di weekday 5 UCL fantasy league midweek ini,kembali tim antah berantah Pandansari mengambil alih pimpinan klasemen untuk Indonesian participants. Memang masih jauh untuk menembus lagi ketatnya persaingan manager dunia, tapi walau bagaimanapun masih terbuka kesempatan di weekday 6 untuk menjadi duta membawa panji merah putih itu ke tempat terhormat dan dihargai di kancah dunia. Semoga!! dan tentunya masih mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh elemen bangsa ini.

*eh..siapa elu pake minta doa dari orang senegeri ini?? najis lu*

Saturday, November 24, 2007

Beneran Training

Sepucuk surat reminder saya terima beberapa hari yg lalu, ah ternyata beneran jadi tho..kirain cuman ga serius training delivery nya. Nanti saya buktikan apakah service trainingnya MySQL yg gratisan bakalan menyaingi Oracle yg harganya selangit itu. Barangkali karena gratisan ga ada kue coffe break ato komputernya pake nya barengan? Bisa jadi..let me see

Dear Perdana R Hanafi,

This is a friendly reminder that on 26-Nov-07 you are scheduled to attend the MySQL for Database Administrators training.

******************************

Schedule information:
Course Name: MySQL for Database Administrators
Course Date: 26-Nov-07 to 30-Nov-07
Course starts at 12-9our A11/P11

******************************

Location Information:
Knowledge Connection Pte Ltd
1 Maritime Square #10-33A/BHarbourFront Centre (Lobby C)
Singapore, 19199253
Location

Please contact us if you have any question.

Regards,
Bonnie Bias
WW Training Coordinator
Phone: +1 808 280 8595
training-coordination@mysql.com

Merlion..i'm comin'

Thursday, November 22, 2007

Telaga itu telah surut...

Sebuah tulisan yang khusus ditujukan untuk mengenang beliau, almarhum bapak Kastamun, hanya seorang biasa yang tepat hari ini 7 hari beliau dipanggil Allah, Sang Khalik..
Beberapa kali saya memasang status "gloomy" di gtalk maupun YM dengan tanpa maksud yang sebenarnya, namun agaknya kesampaian juga suasana mendung suram itu..setidaknya bagi saya di seminggu ini. Tepat di hari ini, seminggu yang lalu, adalah seorang yang biasa tak lebih dari manusia kebanyakan lainnya, namun sangat kaya arti bagi saya, akhirnya mengalami garis sunnatullah yang mutlak bahwa Allah yang menciptakan dan pada-Nya semua akan kembali.

Beliau yang masih di usia 67 tahun, masih sangat nampak bugar dan masih sanggup bercerita tentang idealisme. Setidaknya 5 hari sebelum beliau meninggal, beliau menelpon saya untuk berbagi cerita tentang kecerewetan eyang putri manakala beliau mulai merokok lagi, aktivitas yang divonis haram semenjak beliau positif hypertensi. Sambil berkelakar tentang pulsa handphone nya (kebetulan pake kompetitornya Telkomsel :p ) yang katanya cepat habis dan minta dibeliin pulsa di akhir percakapan. Ternyata itu adalah percakapan terakhir dengan beliau. Karena 2 hari berikutnya beliau divonis stroke dan dalam kondisi koma sampai beliau mangkat jumat dini hari.

Beliau adalah kakek saya secara biologis, ayah dari ibu saya, namun rasanya saya menganggap lebih dari itu. Menjadi kakek dengan sejuta kesejukan manakala kadang saya 'melarikan diri' dari bapak-ibu. Atau seorang sahabat untuk bercerita masa lalu, lawan main catur, memancing ikan dan banyak aktivitas yang bersama telah kami lakukan. Beliau juga pernah memerankan sebagai seorang 'ayah' bagi saya, di masa awal belasan tahun saya ketika belajar mandiri berpisah dari orang tua.
Tubuhnya ringkih namun tidak dengan ide dan idealisme nya. Seorang biasa yang ternyata tersimpan pemikiran luar biasa dalam menyikapi perubahan. Idealisme yang kata beliau dipelajari saat di awal tahun 60-an tergabung dalam Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra), sebuah organisasi underbow PKI, meski begitu tidak sama sekali memaksakan pendapat ke anak cucu nya. Katanya "aku cuman orang yg lebih dulu dilahirkan dan lebih dahulu mengenyam pengalaman, sehingga berkewajiban menularkan pengalaman jaman dahulu sebelum kamu-kamu lahir". Mungkin jumlah usia yang menyebabkan beliau tidak pernah memandang sesuatu secara emosional dan membabi buta. Kepada beliaulah, sebuah telaga untuk mengadu kepenatan pemikiran. Sampai akhirnya di hari beliau harus menghadap Sang Maha Suci...dan telaga kesejukan itu telah surut, seperti yang sudah digariskan di Lauhil Mahfudz.

Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama`ah hamba-hamba-Ku,
masuklah ke dalam syurga-Ku.
(Al:Fajr:89:27-30)