Monday, March 31, 2008

Nano-nano, berjuta rasanya...

*saat yang tepat untuk menulis tentang kenarsisan diri sendiri. Narsis? kurang lebih seperti itu :p. Buru-buru saya sampaikan di awal saja, soalnya bagi penggemar saya yang agak alergi dengan cerita narsis saya lebih baik langsung banting komputer close window anda hahahha.

What an amazing month! Saya sempatkan menulis untuk bulan Maret ini tepat dipenghujungnya sebagai semacam 'thanks God' atas musibah, rezeki, benci, rindu, cinta dan rasa-rasa yang sepadan dengannya, tanpa niat dan firasat sebelumnya tiba-tiba saja menghujani hari-hari yang saya lalui. Semacam wahyu keprabon meski tanpa arti yang bermakna, at least bagi saya.
Adalah sebuah ketidaksengajaan untuk hiatus dari rutinitas kerja-kuliah- futsal dan rutinitas 'freakly planned' lainnya. Dan saya bersyukur atas itu. Manis tidak akan terasa sebelum kita pernah mengecap pahit dan sebaliknya.

  • Warna bulan ini diawali dengan Gathering Fosil X area Jakarta. Alhamdulillah ya Allah dengan tetap menghadirkan cinta dan silaturahmi diantara kami sebagai saudara.
  • Gegar otak!! musibah di awal bulan ini hadir sebagai warna selanjutnya. Warna yang mengingatkan kedhaliman pada tubuh saya, ambeg amarta untuk lebih andhap asor dan ngati-ati. Walaupun untuk itu saya harus melewati masa recovery sebulan dengan menghindari aktivitas yang rentan benturan, include FUTSAL!!! *status : head injured during match* Tapi saya bersyukur atas itu, Alhamdulillah.
  • Problem kantor yang tak kunjung beres. Beberapa aplikasi pabrik ini tiba-tiba saja ngadat di bulan ini. What is the message? Ada pelajaran dibalik semua ini, manusia tetap terbatas dan kecongkakan kadang membutakan mata untuk mencoba belajar menjadi lebih baik. Serasa ada yang menyentil 'Perdana, bukankah kamu selama ini terlalu sombong dan keminter?'. Siapapun itu yang menyentil tapi saya bersyukur kepada-Nya pemilik sombong yang seharusnya. Alhamdulillah.
  • Pulang kampung. Saya selalu speechless kalau urusan beginian. Ikatan emosi terlalu kental di sana, di kampung halaman sebuah desa kecil di pinggiran gunung Semeru yang dingin dan berkabut. Sebuah cinta sesunggunya dimana saya berasal, saya berdasar dan nantinya saya ingin berpulang. Alhamdulillah ya Robb.
  • Film ayat-ayat cinta, gunung Bromo, Taman Safari, operasi bedah kaki kiri, amnesia, Rumah Sakit Jakarta, kabut Ngadas, senja di Kanjuruhan, dan puluhan lainnya menjadi pelengkap rasa nano-nano manis, asem, pahit, pedas nya bulan ini.
Well, sejumput cerita-cerita usang inilah yang perlu saya dedikasikan, semoga bisa menjadi turning point bagi saya. Itu saja? Saya punya tips untuk sampeyan semua, whenever sampeyan semua serasa dalam posisi yang stuck, cobalah take a breath barang sejenak..ato (mungkin) bisa jadi sebenarnya sampeyan 'cinta' dengan stagnanisasi dan 'cinta' itulah yang membebani sampeyan Kisanak. *just in my humble opinion*
Aniway, saya ucapkan selamat berlibur dan bersenang-senang lah pada sampeyan semua dan tak doakan berbahagia dunia akhirat atas mau mendengarkan kenarsisan ini. :))

4 comments:

Perempuan said...

ceileeeee... =)) narsis abiss kisanak yg satu ini.

gimana2 critane "Bromo Adventure" han, asemm aq ga jd ngikut rekk..
But I'm hoping so much u stay haniyy... :)) hahahakss.. pandansari butuh pemuda² yang energic dan bisa diajak sinergi... (*ciyehhhh...) :p

Salam,
perempuan.
*FROM PANDANSARI WITH LOVE FANS CLUB*

CaRessA said...

"FROM BROMO WITH LOVE" - nya kok ga dicritain sih yang....


miz u muach

=itu poto2 mesranya kok ga diupload juga siy.. takut ketauan yak..=

dhan said...

to caressa dan perempuan dan jutaan penggemar saya yang lainnya :)) :
sabar boss, sedang disusun oleh redaksi..takut mengecewakan anda semua
hahahha..dasar kalian tukang usil..:p
*lemparin monitor

mbemz said...

ckckckckck...

*cuma itu yg bisa aku ekspresikan bro...