Beliau, sang anak desa, kepergian beliau begitu menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia karena lepas dari kepergian beliau, masih menyisakan polemik tentang jasa dan kesalahan beliau. Begitulah karena terlalu banyak sisi untuk memandang sosok Pak Harto, sosok yang lebih suka saya asosiasikan sebagai raja Mataram Baru daripada Presiden RI. Ada jasa yang besar yang sudah beliau baktikan ke bangsa ini dengan sebuah kacamata atau lebih, barangkali pun ada dosa yang besar jika dilihat dengan kacamata lain. Seperti halnya kebebasan kita berhak memandang beliau di sisi sebelah mana.Saya, anak desa dan jutaan anak desa yang lain seperti beliau, saya dilahirkan di zaman beliau memimpin. Apa jasa beliau kepada saya? secara langsung tidak ada. Pertama yang saya ingat tentang beliau, foto gagah sesosok bapak terpampang di dinding rumah Inpres, di usia 5 tahun an kala saya mulai bisa mengeja yang akhirnya saya tahu tulisannya berbunyi "HM Soeharto, Presiden Republik Indonesia" berdampingan dengan foto bapak dengan mata sejuk yang akhirnya juga saya tau adalah "H. Soedharmono, Wakil Presiden Republik Indonesia" kala itu.
SD Inpres di depan rumah kami di pelosok kabupaten Malang, SDN Pandansari 2, tempat saya mengenyam pendidikan dasar dan sekaligus tempat ibu saya mengajar selama 23 tahun!! adalah hasil dari program beliau dengan Instruksi Presiden wajib belajar 9 tahun. Dan bahkan rumah inpres bantuan untuk guru sekolah dasar yang sempat kami tinggali, sangat mungkin secara tidak langsung pun adalah buah kebijakan beliau.
Mungkin dengan kacamata kecil ini saya melihat beliau dan mengagumi beliau sebagai salah satu bapak bangsa bersama dengan tokoh-tokoh hebat yang lain di negeri ini.
Beliau, the smilling general, tepat 3 hari ini dipanggil ke haribaan sang khalik. Jenderal Besar TNI (Purn) Haji Muhammad Soeharto, akrab dikenal Pak Harto, meninggal dengan tenang di usia 86 tahun 7 bulan. Semoga Allah menempatkan beliau di sisi-Nya yang terbaik, menerima segala amal beliau, mengampuni semua kesalahan beliau dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan yang pasti akan dihadapai setiap insan. Selamat jalan Jendral besar kami, doa kami menyertaimu.
