Thursday, February 28, 2008

Tentang sebuah cita-cita

Masih ingat cita-cita kecil anda, Kisanak?
Sedikit saya akan menggelitik sampeyan dengan sesuatu yang katanya orang adalah idealisme, relevansi dan sedikit urusan perut. Bicara tentang sebuah cita-cita seperti halnya bicara beberapa babak ke belakang, babak ketika saya dan sampeyan masih kecil.
"Cita-cita mu opo, ngger?"
"Dokter"
"Pilot"
"Guru"
"Kentara (maksudnya Tentara) " *maklum lidah anak kecil*
"Insinyur" *jaman modern, gelar ini sudah ga ada lagi*
Lantas, adakah yang salah dengan sebuah cita-cita? Tidak Kisanak. Bahkan serasa sebuah kewajiban memiliki cita-cita, at least pernah sedikit 'dipaksa' bahwa semasa kita kecil harus punya cita-cita.
Relevansi? Ya, betul sekali sampeyan Kisanak. Ketika saya dan sampeyan sudah berada di titik ini, di umur yang sekian tahun yang bukan lagi masa kekanakan, masih adakah hubungan yang sinergi dengan apa yang kita pernah cita-cita kan? Gampangnya, masih mungkinkah kita menyimpan cita-cita itu dan terobsesi untuk mewujudkannya? Maksudnya di usia kita yang sudah 'tua' ini tentunya, Kisanak.

Syahdan, dulu saya bercita-cita jadi insinyur pertanian, cita-cita yang luhur menurut saya kala itu. Wajar, lha wong saya dilahirkan dan dibesarkan dari culture pedesaan. Eh ndilalah (kebetulan) sekarang ini nyasar jadi buruh pabrik, yang lazim sampeyan semua ketahui ini sepenuhnya adalah urusan perut, ya tho? (barangkali) Sedikit dibenturkan dengan idealisme, apa yang dicita-citakan dan sedikit membandingkan dengan realitas sekarang.

Tapi saya tidak ambil pusing dan tidak pengen bikin sampeyan pusing koq. Hanya menurut sampeyan gimana, apakah cita-cita masa kecil adalah hal yang tidak perlu? atau begini saja yang lebih moderat, cita-cita itu adalah sesuatu hal yang fleksibel, bisa direvisi sewaktu-waktu mengikuti babak-babak pertandingan sepak bola kehidupan kita, Kisanak?
Saya berkeyakinan anda punya cita-cita yang jauh lebih seru dari punya saya...

Saturday, February 23, 2008

Classic Problem

Im a creep, Im a weirdo.
What the hell am I doing here?
I dont belong here.

Radiohead - Creep - Sept 1992

Any man with any sensitivity or conscience toward the opposite sex would have a 'problem'..past, present and future.

Tuesday, February 19, 2008

So Young

Pagi-pagi ini setelah nyeruput teh hangat, maklum sepagian ini hujan terus, pekerjaan harian pertama adalah ngecek email. Ngga banyak memang, kira-kira 50-an lebih dikit, dan isinya pun juga ga jauh dari itu-itu yang serupa komplain, alert database, request dan spam tentunya. Ndilalah (kebetulan) tertangkaplah oleh mata saya yang mesum ini, alert dari hr_notification tentang karyawan baru. Apa anehnya? selama ini memang saya cuek kalo ada notifikasi karyawan baru di pabrik pulsa ini, apalagi klo notifikasi nya berisi promosi dan mutasi. ugh..ugh, bikin ngiri aja.
Dan ndilalah kok yang satu ini agak membikin saya agak terbelakak. NIK : 86003. Sontak saya : 'akh..akhirnya ada juga'.

As for your info pembaca, sudah hampir tiga tahun ini saya memegang NIK paling buncit di pabrik ini. 2 tahun 8 bulan tepatnya, disematkan NIK 86002 di jidat saya. Bangga sih karena tiap ulang tahun pabrik selalu dipanggil untuk ikut acara peringatan dan disalami sama dirutnya pabrik. Cuman ya tekanan mentalnya itu lho ya ga kuat. Menyandang buruh dengan umur yang baru lepas dari usia belasan yang kadung (terlanjur) melekat, jadinya kalo ada acara-acara orang dewasa, orang kayak saya ini jarang diikutkan. Trus klo kondisinya kek gitu, mo blajar dewasa dari mana coba? *napsu beranjak gede nih*

Cuman si 86003 jangan bangga dulu masalah buruh termuda. Mengingat saya dilahirkan di penghujung tahun 1986 sisa 4 hari menuju tahun 1987, kans si 86003 menggeser saya agak tipis. Klo mau merebut gelar itu dari saya, dia musti lahir di antara 4 hari terakhir itu. Mengingat pula salah satu buruh 1986 satunya, Brondhie Ripai, lahirnya bulan september.
Ah biarlah, yang penting saya ucapkan selamat menempuh hidup bagi si 86003 di pabrik ini, hidup baru sebagai karyawan :p. Dan biarlah saya berbangga bahwa dulu di usia belum genap 19 tahun, saya udah gajian pertama di pabrik ini. Pamer? ya iyalah *ngaburrr

*Jakarta masih mendung sajah

Monday, February 18, 2008

Why Creed?

Sekian tahun saya mengagumi group band ini, satu lagi saya temukan alasan yang kuat kenapa selera musik saya ga berubah (baca: gitu-gitu aja) :p
Single 'Stand Here with Me' salah satu dari 11 album terakhir Weathered. Saya temukan totalitas di sana, sinergi dengan komitmen menamai sebuah grup band dengan 'Creed' sebuah keyakinan. Awalnya iseng nyari di youtube, sebuah media online raksasa punyanya google, dan ketemu ini, tertegun saya mengenai dedikasi yang ditunjukkan di awal video: "a format statement of religious belief; a confession of faith".
Bukan karena lengkingan suara Scott Stapp atau permainan melody nya Mark Tremonti, tapi jujur bagi saya yang tidak mempermasalahkan sentimen agama, lagu ini dibuat universal meski didedikasikan khusus untuk agama keyakinan mereka, sehingga kita yang punya perbedaan keyakinan dengan mereka masih bisa menikmati sebagai sebuah karya seni, sebuah nilai tambah dari ungkapan keyakinan. Perform a religious belief without explicit intimidate another. Salut.

Friday, February 08, 2008

Gong Xi Fa Cai

Meski terlambat, masih ada kesempatan untuk mengucapkan selamat bagi rekan-rekan kami yang merayakan tahun baru Imlek 4076. I wish you all prosperity, good health, happiness & success in your life. Gong Xi Fa Cai.